Mengapa Posisi Politik yang diambil Rusia terkait Konflik Suriah sudah tepat? – jawabannya

fsa 45

Free Syrian Army (FSA)

Latar belakang – dalam sebuah analisis Politik

545956_562230007197175_430535531_n

Penggalangan dana oleh salah-satu jaringan dibawah bendera Free Syrian Army (FSA)

Pertama:

Sulit rasanya untuk mendukung Free Syrian Army (FSA), sayap militer dari National Coalitin (NC) dukungan Barat untuk menyerahkan Suriah ke tangan AS cs dan untuk dieksploitasinya Sumber Daya Alam Suriah secara eksklusif oleh Arab Saudi, Qatar, Turki dll (yang tergabung dalam Protokolat Doha).

 jam

Logo diantara kelompok-kelompok bersenjata yang tergabung dalam faksi Jaysh al-Mujahedeen

Kedua:

Juga sulit rasanya untuk mendukung Syrian Refolution Front (SRF) dan Jaysh Al-Mujahedeen (JAM), front milisi bersenjata dukungan Monarki-monarki teluk yang digunakan untuk mendongkrak kinerja FSA guna agenda yang sama.

 1459903_194327044089744_868791028_n

Logo dan banner dari kelompok-kelompok bersenjata yang tergabung dalam Faksi Islamic Front (IF)

Ketiga:

Mendukung kelompok-kelompok yang merupakan faksi bersenjata dari Ikhwanul Muslimin (Liwa Tawhid {anggota dari Islamic Front}), faksi bersenjata Hizbut Tahrir (Anshar al-Syariah), faksi bersenjata Jabhat al-Kurdi al-Islamiyah (minoritas dari minoritas Kurdi/tidak merepresentasikan posisi Kurdi Suriah), dengan keseluruhan dari Islamic Front sebagai gerakan (yang dikatakan sebagai) “Oposisi Moderat”, bilamana pihak Oposisi Suriah dapat memenangkan perang, maka Islamic Front (IF), JAM, SRF dan FSA terestimasikan pada hanya akan membentuk pemerintahan gaya Libya di Suriah dan mulai berlakunya Protokolat Doha (jika tidak dapat dikatakan sebagai Pemerintahan Boneka Barat di Suriah).

 z golan

Al-Qaeda cabang Suriah, kelompok  Jabhat al-Nusra

Keempat:

Mendukung gerakan Pan-Salafist dari cabang Al-Qaeda Suriah, yakni kelompok Jabhat al-Nusrapun hanya mengulang kesalahan Al-Qaeda di Libya, yang mana dari posisi yang diambil Jabhat al-Nusra saat ini, pada kemudiannya mereka tidak akan mendapatkan sejengkal tanah saat Suriah telah jatuh ke tangan Plot Barat via Arab Spring (revolusi Suriah). Atau dengan kata lain, motifasi mungkin berbeda, namun dalam realitasnya adalah suatu bentuk dukungan bagi kemenangan pihak Oposisi yang mengusung Plot Barat.

 anbar

Gerakan Pan-Salafist, Islamic State Iraq ash Syam (ISIS)

Kelima:

Mendukung Kelompok Islamic State Iraq ash Syam (ISIS) tidak perlu dimasukkan pada estimasi, karena mereka memperjuangkan agenda kelompok dan bukan berjuang bagi warga Suriah.

1011804_637622409616761_1569561074_n

Ke enam:

Mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad jelas berbeda dari mendukung resistensi Suriah terhadap plot Barat sebagaimana tersebut diatas, presiden, seiring waktu akan berganti, namun Suriah, harus jatuhkah kedalam cengkraman Blok Barat (dan negara-negara aliansinya di Timur-Tengah) melalui konflik yang tengah berlangsung sekarang ini? – jawabanya adalah; “Sedapat mungkin tentu saja – Tidak/Jangan.”

 _60806316_lavrov

Berkaca pada sebagaimana terpapar diatas, maka, posisi politk yang diambil oleh Pemerintah Rusia sudah tepat saat melalui Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan, bahwa Rusia tidak berpegang pada Assad sebagai pribadi. Karena “Kami (Rusia) bukan teman dari keluarga Assad atau teman dari salah satu pemimpin tinggi Suriah. (melainkan), bahwa “Kami (Rusia) adalah teman dari Suriah sebagai Negara,” katanya.

Atau dengan kata lain, siapapun yang memimpin Suriah, Rusia akan tetap berada disana untuk membantu Suriah melawan Plot Barat dan aliansinya ini.

 339043_Syrian-soldiers

Syrian Arab Army (SAA)

Syrian-Army1-650x330

Syrian Arab Army (flag)

1798715_607392582675461_1691439066_n

Aliansi Militansi Nasional/National Defence Forces (NDF)

https://voricomrade.wordpress.com/2014/01/23/kilas-front-oposisi-dari-faksi-syrian-revolution-front-srf/

https://voricomrade.wordpress.com/2014/01/23/suriah-sebagai-garis-depan-pertempuran-antara-liga-arab-gcc-dibawah-komando-arab-saudi-melawan-gerakan-pan-salafist/

https://voricomrade.wordpress.com/2014/01/23/libya-kebangkitan-perlawanan-di-libya-dan-kondisi-pemetaan-penguasaan-lapangan/

https://voricomrade.wordpress.com/2014/01/29/menuntut-pengunduran-diri-presiden-bashar-al-assad-adalah-kontraproduktif-lavrov/

Pemberontakan dan pecahnya perang antar faksi bersenjata penegak Khilafah Pan-Salafist

Ayman_Al_Zawahiri_Al_Qaeda_AFP5

Ayman al-Zawahiri, Al-Qaeda leaders

Komando umum organisasi AlQaeda memutuskan hubungannya dari kelompok Islamic State Iraq ash Syam (ISIS), yang saat ini telah berperang melawan kelompok-kelompok Oposisi Suriah.

3 Februari 2014
Komando umum organisasi AlQaeda telah memutuskan semua hubungan dengan kelompok ISIS, menurut pernyataan yang diposting online.

Pernyataan, yang dipublikasikan pada Minggu malam, menegaskan pernyataan sebelumnya di mana kepala organisasi Al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri mengumumkan bahwa “Al-Qaeda tidak terkait dengan kelompok ISIS, karena tidak diberitahu tentang penciptaan kelompok tersebut [dan] Al-Qaeda tidak menerimanya,” membaca pernyataan hari Minggu.

Sebelumnya Ayman al-Zawahiri telah memerintahkan kelompok ISIL untuk membubarkan diri dari Suriah dan kembali ke Irak, dan menambahkan bahwa JabhatalNusra adalah cabang resmi dari organisasi al-Qaeda di Suriah.

ISIL (ISIS) bukan merupakan cabang al-Qaeda, tidak memiliki link dengan Al-Qaeda, dan [al-Qaeda] tidak bertanggung jawab atas tindakan mereka,” katanya menambahkan.

Kami menegaskan pengingkaran kami dari hasutan yang terjadi di Suriah, antara faksi bersenjata, dan dari darah yang ditumpahkan oleh pihak manapun,” katanya.

z golan

Jabhat al-Nusra leaders, Abu Mohammed Al-Gholani

Pemberontakan di Suriah dirusak dalam beberapa pekan terakhir, setelah kelompok ISIS mengkonsolidasikan cengkeramannya pada kota utara Raqa, satu-satunya ibukota provinsi yang  jatuh di luar kendali Pemerintah Suriah sejak pecahnya pemberontakan Suriah pada Maret 2011, dimana kelompok ISIS memaksakan versi ketat hukum Syariah mereka pada penduduk.

ISILjuga mengeluarkan empat pernyataan yang memerintahkan perempuan untuk memakai niqab di depan umum, melarang penjualan rokok dan narghile (pipa hisap), melarang musik dan melarang pemasangan gambar pria dan wanita pada toko-toko.

Kelompok ISIS juga membunuh para pemimpin dari kelompok-kelompok Oposisi Suriah.

Pertempuran antara Kelompok ISIS melawan kelompok-kelompok Oposisi Suriah sering dipicu oleh perselisihan atas otoritas dan perebutan wilayah. Selain itu, kelompok ISIS juga telah bentrok dengan pemberontak Suriah dari pihak Oposisi sekuler.

http://www.aljazeera.com/news/middleeast/2014/02/al-qaeda-disowns-isil-rebels-syria-20142385858351969.html

Abu-Bakr-al-Baghdadi-Al-Qaeda-Iraq-ISIS-400x330

ISIS leaders, Abu Bakr alBaghdadi

Kelompok Islamic State Iraq ash Syam (ISIS/ISIL)

BEIRUT (Reuters) Kelompok ISIS memiliki garis keras ideologi Al-Qaeda.

Pada bulan April, Pemimpin kelompok ISIS Abu Bakr al-Baghdadi mencoba untuk memaksakan merger (penggabungan kelompok Jabhat al-Nusra kedalam kelompok ISIS), menentang perintah dari pemimpin al-Qaeda, Ayman al- Zawahri.

Banyak militan asing dan pengamat kelompok ISIS mengatakan bahwa al-Qaeda dan kelompok ISIS sebenarnya telah efektif dipisahkan sejak sebelum kelompok, yang semula cabang Al-Qaeda di Irak, menyebar ke Suriah.

Dalam pesan pada situs-situs jihad pada hari Senin, Jenderal Komando Al-Qaeda mengatakan bahwa kelompok  ISIS “bukanlah cabang dari organisasi Al-Qaeda”.

” … ( Al Qaeda ) tidak memiliki hubungan organisasi dengan kelompok itu, dan bukan Al-Qaeda yang bertanggung jawab atas tindakan mereka.

01

Fighters of al-Qaeda linked Islamic State of Iraq and the Levant parade at Syrian town of Tel Abyad

Pemberontakan kelompok ISIS

Pernyataan Al-Qaeda “Mencerminkan upaya Al Qaeda untuk secara definitif menegaskan kembali beberapa tingkat otoritas atas perang di Suriah” setelah satu bulan pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok ISIS.

“Ini merupakan langkah yang kuat dan terus terang oleh (alQaeda).”

BfUPw8HCUAM5Ul_

Markas kelompok ISIS di Suriah

Kelompok ISIS melawan

Tapi kelompok ISIS membuktikan kekuatannya. Pada hari Minggu, kelompok ISIS membebaskan lebih dari 400 orang dari sebuah penjara di wilayah Suriah utara dari tangan Liwa al-Tawhid (*Sayap bersenjata dari gerakan Ikhwanul Muslimin dalam konflik Suriah), kata Observatorium Suriah.

Selain itu Pemimpin Liwa At-Tauhid “Adnan Bakkur” tewas oleh serangan yang sukses dilancarkan oleh kelompok Islamic State Iraq ash Syam (ISIS). Adnan Bakkur tewas bersama puluhan anggotanya di lokasi kejadian (+/- 50 militan dari kelompok Liwa at-Tawhid tewas bersamanya).

Dilokasi lain, “Abu Bakr Al-Basha” Ketua Liwa Syhada’a Idlib, juga berhasil ditewaskan oleh kelompok ISIS di Hamah.

Melanjut, “Mohammad Husaid Addik”, ketua Liwa’ Sham Falcons dan pemimpin tertinggi untuk Liwa’ Fajr Al-Islam, dalam hitungan jam juga terbunuh di tangan kelompok ISIS.

Ia menambahkan, bahwa di provinsi timur Deir al-Zor, kelompok ISIS merebut ladang gas Koniko dari tangan kelompok Jabhat al-Nusra dan gerilyawan lain. Koniko adalah salah satu pabrik gas terbesar di Suriah.

http://news.yahoo.com/al-qaeda-breaks-syrian-militant-group-isil-122048397.html

1622753_566250020128507_1567903689_n

Pemimpin Liwa At-Tauhid “Adnan Bakkur” – Killed by ISIS

1606942_566582140095295_685966798_n

“Mohammad Husaid Addik”, ketua Liwa’ Sham Falcons dan pemimpin tertinggi untuk Liwa’ Fajr Al-Islam – Killed by ISIS

1014086_566588030094706_1239053814_n

“Abu Bakr Al-Basha” Pemimpin Liwa Syhada’a Idlib – Killed by ISIS

Memahami pemetaan pertempuran pada konflik Suriah

 BeR6KiSCIAAxjbR

Pemetaan per akhir Desember 2013-awal Januari 2014

BeWFvKmCYAASUbn

Keterangan warna dan simbol untuk pemetaan di atas

Penguasaan dominan Pasukan Pemerintah Suriah dan aliansi:

Pada pemetaan kita dapat melihat bahwa Pasukan Pemerintah Suriah (Syrian Arab Army-SAA) bersama dengan Front militansi Nasional (National Defence Forces-NDF) yang beraliansi dengan Front Druze Fighter (DF), Christian Phalange (Asyirian Kataeb), sayap bersenjata dari SSNP (Syrian Socialist National Party), Hizbullah, Brigade Abu Al-Fadel Al-Abbas, Faksi bersenjata Syrian Resistance, dan lain-lain mengontrol sebagian besar wilayah Barat Suriah, dari Provinsi Swaidiya, provinsi Dar’a, Provinsi Damaskus, Provinsi Homs, Provinsi Hama(h), Provinsi Tartarus, Provinsi Ladiqiyah, Provinsi Idlib, dan sebagian Provinsi Aleppo.

Penguasaan dominan Formasi kelompok Oposisi:

Sedang Kelompok Oposisi Suriah, baik yang moderat maupun kelompok campuran, yang antara lain adalah Free Syrian Army (FSA), Syrian Revolution Front (SRF), Jaish al Mujahedeen (JAM), dan Islamic Front (IF), mengontrol sebagian wilayah selatan dari Provinsi Dar’a, sebelah Barat Damaskus yang berbatasan dengan Lebanon (termasuk posisi-posisi yang terkepung di Damaskus), sedikit area di sebelah barat dan Utara Provinsi Homs yang berbatasan dengan Provinsi Hamah, sebelah utara Provinsi Hamah, sedikit area di wilayah Utara Ladiqiyah, Sebagian wilayah Idlib, Sebagian wilayah Provinsi Aleppo, sebelah Utara dan Selatan Provinsi Raqa, dan separuh Provinsi Deir az-Zawr.

Penguasaan dominan Fromasi Pan-Salafist (ISIS, Jabhat al Nusra, dll):

Kelompok Pan-salafist, yang terdiri dari kelompok Islamic State Iraq ash Syam (ISIS), Jabhat al-Nusra dan aliansinya, mengontrol wilayah-wilayah antara lain sebagian wilayah di Provinsi Aleppo, sebagian wilayah di Provinsi Raqa, sebagian di wilayah Deir Az-Zawr dan sebelah selatan Provinsi Hasakah.

Penguasaan dominan Gerilyawan Kurdi (YPG) dengan aliansinya:

Gerilyawan Kurdi yang tergabung dalam Unit Perlindungan Populer (Yekineyen Parastina Gel-YPG) yang beraliansi dengan faksi bersenjata Jabhat al-Akrad, Christian Phalange, Druze fighter, dan pejuang dari suku-suku Arab, mengontrol sebagian besar wilayah perbatasan Suriah-Turki, di sebelah Utara Suriah, yang antara lain di Provinsi Hasakah, wilayah Kobane (Provinsi Raqqa), dan wilayah Afrin Provinsi Aleppo.

Analisis:

Dilihat dari pemetaan sebaran demikian, maka wajar jika saat ini dominan pertempuran yang dihadapi Pasukan Pemerintah Suriah sebagian besar adalah berhadapan dengan aliansi Kelompok-kelompok Oposisi di Damaskus, Swaidya, Dar’a, Ladiqiya, Idlib, dan Hamah. Kecuali di Provinsi Aleppo (di Aleppo ada garis bentur dengan wilayah dominasi kelompok-kelompok Pan-Salafist);

Sedang kelompok Oposisi dilain pihak, pada wilayah yang berbatasan dengan wilayah dominasi gerakan Pan-Salafist, mereka berhadapan dengan Kelompok ISIS dan aliansinya, dengan disisi lain kelompok-kelompok gerakan Pan-Salafist  (ISIS, Jabhat al Nusra, dll), khusus terkait wilayah otonomi Kurdi, mereka berkolaborasi dengan faksi bersenjata dari Islamic Front dalam pertempuran mereka melawan gerilyawan Kurdi (YPG dan aliansinya) di sebagian besar wilayah Utara dan garis perbatasan Turki-Suriah.

Topik menarik yang diangkat seiring berlangsungnya Konverensi Jenewa 2:

Michel Kilo, dalam kapasitas sebagai pemimpin dari “Forum Demokrasi”, sebuah delegasi kelompok oposisi internal dalam pembicaraan di konverensi Jenewa 2, mengatakan bahwa pihak oposisi sedang mempersiapkan kasus yang ia katakan sebagai adanya kerja-sama antara Pemerintah Suriah dengan kelompok teroris, diantaranya adalah Kelompok Islamic State Iraq ash Syam, dengan menekankan melalui pertanyaan;

“Jika mereka (Pasukan Pemerintah Suriah) tidak bekerjasama dengan kelompok ISIS, maka, mengapa yang di bom (melalui serangan udara) hanya basis-basis kelompok Oposisi – sedang untuk basis-basis kelompok ISIS pemboman tidak dilakukan?.”

Editor: Menelusur pada pemetaan garis bentur dominan, kecuali terhadap serangan langsung yang dilancarkan kelompok Pan-Salafist ke basis-basis pertahanan Pasukan Pemerintah (Basis-basis pertahanan, markas resimen dan Brigade, penjara Pusat Aleppo, support artillery untuk counter attack, wilayah-wilayah yang sedang dalam operasi militer, dll), dari sudut pandangmiliter adalah lebih strategis bagi Pasukan Pemerintah Suriah untuk lebih berfokus menghadapi kelompok Oposisi Suriah (yang berkekuatan diatas kelompok Pan-Salafist), dengan disisi lain membiarkan untuk sementara pertempuran yang berlangsung antara Kelompok Oposisi melawan kelompok-kelompok militan bersenjata dari gerakan Pan-Salafist (ISIS, Jabhat al Nusra, dll) di garis belakang wilayah mereka.

Atau dengan kata lain, menghadapi formasi yang lebih besar terlebih dahulu, dengan yang kecil untuk dihadapi kemudian.

Syrian_civil_war2

Pemetaan per 1 Februari 2014

Pemetaan rinci: Per 28 Januari 2014 dapat dilihat pada link dibawah ini

http://en.wikipedia.org/wiki/File:Syrian_civil_war.png

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/88/Syrian_civil_war.png

Pernyataan Sikap Kurdi Suriah dan pertempuran Kurdi Suriah seminggu terakhir

Saleh Muslim, head of the Kurdish Democratic Union Party (PYD), is seen during a Reuters interview in Berlin

Salih Muslim

Salih Muslim (Pemimpin Kurdi Suriah): Koalisi Oposisi Suriah tidak mewakili Kurdi

31 Januari 2014

BRUSSELS, BelgiaPemimpin partai Kurdi terbesar Suriah (Partai Uni Demokratik Kurdi -PYD) menyatakan bahwa negara-negara Barat mendorong Kurdi untuk menjadi baik bagian dari pihak Oposisi Suriah (National Coalition-MNS-FSA) atau menjadi bagian dari delegasi resmi di Pihak Pemerintah Suriah di konverensi Jenewa II.

Namun Salih Muslim mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara pihak pemerintah Suriah atau pihak oposisi Suriah dalam hal hak-hak Kurdi.

Kurdi Suriah mengalami penekanan oleh pemerintah Suriah selama puluhan tahun dan tidak ingin bergabung dengan delegasi pemerintah (namun pihak Oposisi Suriah juga tidak mewakili Kurdi).

Sejak 2011, Kurdi Suriah telah menjadi lebih mandiri dan telah mengontrol sebagian besar wilayah mereka sendiri (Pemerintahan Otonom Kurdi Suriah).

Pemerintahan Otonom Kurdi Suriah meliputi wilayah Afrin, Kobani dan Hasakah (Garis yang membentang di bagian Utara Suriah, berbatasan dengan Turki), dengan bekerjasama dengan minoritas etnis dan agama lainnya.

http://www.al-monitor.com/pulse/originals/2014/01/pyd-leader-geneva-ii-include-syrian-kurds.html

BeqinrECcAA_U7h

Bom mobil yang dilancarkan kelompok Al-Qaeda (ISIS) yang menargetkan stasiun Asayish di Deri.

Pertempuran Gerilyawan Kurdi (YPG) seminggu terakhir (per-tanggal):

23 Januari 2014

2 orang anak tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat ledakan bom mobil yang dilancarkan oleh kelompok Al-Qaeda (ISIS) yang menargetkan stasiun Asayish di Deri.

23 Januari 2014

2 anggota Al Qaeda tewas oleh YPG di sebelah barat dari GireSpi.

25 Januari 2014

Al Qaeda menyerang check point YPG di pemukiman Manajir dekat Til Tamir.

25 Januari 2014

Tidak ada martir akibat ledakan bom mobil yang menargetkan pos pemeriksaan YPG di wilayah sekitar Manajir.

25 Januari 2014

Pertempuran kemudian pecah diantara YPG melawan Al Qaeda di sekitar Manajir.

25 Januari 2014

YPG membunuh sejumlah anggota Al Qaeda termasuk komandan militer mereka yang bernama “Abu Isalam” dekat Manajir.

25 Januari 2014

YPG menghancurkan Tank kelompok al-Qaeda dekat desa Manajir.

25 Januari 2014

Al Qaeda terkejut dengan sekala dari respon YPG atas serangan.

25 Januari 2014

YPG menangkap 2 anggota Al Qaeda di dekat desa Manajir.

25 Januari 2014

Sejumlah besar senjata dan amunisi termasuk rudal buatan Turki (ATGM-Rudal anti Tank berpemandu) direbut oleh YPG.

25 Januari 2014

Anggota kelompok Al-Qaeda terpojok oleh YPG di sebuah desa dekat Manajir, mereka mengancam akan membunuh warga sipil Arab jika YPG terus maju.

(Komando Operasi Kurdi memberitahukan kepada warga Minbij untuk menjauh dari basis-basis kelompok ISIS untuk 2 hari kedepan).

26 Januari 2014

Operasi yang digelar YPG melanjut. 30 anggota Al-Qaeda (ISIS) dan anggota Islamic Front (*Ahrar ash Syam) tewas (2 diantaranya berkewarga-negaraan Arab Saudi).

26 Januari 2014

Anak-anak yang dijadikan combatan di jajaran Al Qaeda juga tewas oleh YPG dalam bentrokan di Manajir.

26 Januari 2014

5 kendaraan kelompok Al-Qaeda direbut oleh YPG di dekat Manajir.

26 Januari 2014

Korps Pejuang Wanita Kurdi (YPJ) menghancurkan tank kelompok Al-Qaeda. (Anha)

3 gugur dari pihak YPG.

26 Januari 2014

Kelompok Islmic Front menyalahkan kelompok ISIS atas  kerugian berat yang mereka derita dalam pertempuran di Manajir.

26 Januari 2014

Manajir berada di bawah kendali YPG.

26 Januari 2014

Komandan YPG di kepala Sipan Hamo mengucapkan selamat pada Akram Hiso atas suksesi di Manajir.

26 Januari 2014

Dilaporkan bahwa Al Qaeda mengirimkan bantuan personil ke Mabruka & Aliye.

26 Januari 2014

YPG memukul mundur upaya kelompok Al-Qaeda untuk maju ke wilayah Barat GireSpi.

27 Januari 2014

12 anggota ISIS tewas dalam serbuan ke Minbij dan 10 lainnya tewas di dekat jembatan Qara Qawzaq.

28 Januari 2014

YPG menewaskan 4 anggota Al Qaeda dalam pertempuran di wilayah barat dari GireSpi.

28 Januari 2014

Sekelompok militan ISIS ditangkap oleh YPG di Manajir, mereka dalam misi pengintaian (rupanya ISIS merencanakan serangan kembali setelah mereka bersama faski Islamic Front dikalahkan oleh YPG).

28 Januari 2014
Pemakaman korban tewas dari YPG di wilayah Cizire dari Rojava.

30 Januari 2014

2 anggota ISIS dibunuh oleh YPG dekat dengan desa Birkino (barat dari Gire Spi/Tal Abyad) setelah ISIS mencoba untuk maju. (Anha)

konflik bersenjata melanjut.

https://twitter.com/ArjDnn

https://twitter.com/Avashin

Foto-foto dan keterangan:

 BfAFOnlCMAAjNE_

Diantara combat grup Gerilyawan Kurdi dari Unit Perlindungan Populer (YPG) yang terlibat dalam pertempuran.

BfQYs-PIgAES-8d

Senjata artillery kaliber 130mm milik kelompok Al-Qaeda (ISIS) yang direbut oleh gerilyawan Kurdi dalam pertempuran.

2sd

Tank kelompok ISIS yang dihancurkan oleh gerilyawan Kurdi (YPG).

Be7AohiCUAEDRsO

Gerilyawan Kurdi (YPG) mengambil kontrol atas wilayah Manajir.

BfFnfy3CEAAThUo

 Pemakaman untuk korban yang jatuh dari pihak Gerilyawan Kurdi.

BfFmbdKCYAE2nit

Warga yang menghantar jenazah, prosesi pemakaman militer dan penghormatan senjata.    

Prancis dan perang sektarian di Central Africa Republik (CAR)

_72350904_central_african_republic_624map_v3

Central African Republik Map

“Issue sectarian kembali terbukti sebagai ujung tombak yang paling efektif bagi kekuasaan”

Kilas balik – Review rilis berita pertanggal 15 Desember 2013
Tangan Perancis berlumur darah dari orang-orang yang tak bersalah, kekerasan sektarian antara milisi Kristen dan kelompok Muslim tampaknya makin di luar kendali di Republik Afrika Tengah (CAR).

Negara miskin dengan penduduk 4,6 juta orang itu sebenarnya telah menderita krisis pangan, dengan seperempat dari populasi dikatakan tanpa persediaan bahan makanan. Namun dengan berkobarnya pertempuran sektarian, hal tersebut menambah penderitaan negara Afrika ini.

Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian, dalam kunjungan ke ibukota CAR, Bangui, pada akhir pekan lalu, memperingatkan bahwa “kekerasan sudah di luar kendali” dan bahwa negara itu sedang menghadapi “krisis kemanusiaan”.

Tapi ini adalah persis jenis kekacauan berdarah yang oleh beberapa analis telah dipredikisi justru akan terjadi karena intervensi militer Prancis di bekas koloni di Afrikanya ini.

988451_196212940567821_985398437_n

France Army – major crisis are on thr way

Sekarang ini ada 1.600 tentara Perancis di CAR, bersama dengan beberapa 3.000 pasukan Uni Afrika, tetapi pertumpahan darah tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Hal ini karena intervensi militer Perancis justru memicu ketegangan sektarian dan memberikan kebebasan pada kelompok-kelompok milisi Kristen yang dominan, yang dikenal sebagai “anti-Balaka”, untuk meluncurkan serangan terhadap komunitas minoritas Muslim.

Dalam beberapa insiden di Bangui selama seminggu terakhir, pos pemeriksaan militer Perancis dianggap melucuti senjata milisi Muslim, sementara membiarkan kelompok Kristen tetap bersenjata. Ada juga laporan dari penjarahan yang dilakukan oleh kelompok milisi Kristen sementara tentara Prancis berdiam diri dan hanya menonton.

Hal ini menciptakan suasana ketakutan dan ketidakamanan di kalangan komunitas minoritas Muslim. Tidak mengherankan bahwa kemudian ada laporan serangan balasan mematikan yang dilancarkan oleh kelompok Muslim terhadap pihak Kristen. Tapi tampaknya adil untuk mengatakan bahwa dominan kekerasan sedang menargetkan kelompok Muslim.

Seorang kapten Prancis mengatakan kepada BBC bahwa adalah “mudah untuk melucuti milisi Muslim daripada melucuti milisi Kristen, karena sebagian besar dari militan Muslim berada di barak-barak”. Pendekatan sepihak oleh Perancis ini meninggalkan komunitas Muslim makin rentan terhadap serangan.
car2

foto seorang korban yang tumitnya dimakan dalam sebuah amuk massa

Dalam salah satu kekerasan terbaru, 27 Muslim di kota utara Bossangoa dibunuh pada hari Kamis. Dalam pembantaian lain, enam warga Muslim tewas di sebuah rumah di desa Bohong, di Barat negara itu.

Identitas tepat dari para penyerang tidak diketahui, tetapi berbagai sumber menunjuk milisi Kristen anti-Balaka, yang telah merekrut mantan tentara yang setia kepada presiden Kristen terguling, Francoise Bozize.

Francoise Bozize digulingkan pada bulan Maret awal tahun ini oleh aliansi pemberontak yang dikenal sebagai kelompok Seleka. Kelompok Seleka (pada awalnya) adalah kelompok milisi Islam yang mendukung presiden pengganti, Michel Djotodia, dimana Michel Djotodia adalah Presiden Muslim pertama di negara mayoritas Kristen ini.

Kristen terdiri dari sekitar 40 persen dari populasi, umat Islam 15 persen, dan sisanya mengaku kepercayaan lokal.

Presiden terguling Bozize, dikabarkan tinggal di pengasingan, di Perancis, dan mendapat dukungan Perancis, setelah pada tahun 2003 mendalangi kudeta terhadap pemimpin terpilih sebelumnya, Ange Felix Patasse.

Bozize terkenal korup dan hampir tidak memiliki mandat populer, namun sisa-sisa pasukannya tetap setia dan mengisi jajaran milisi anti-Balaka.

Sebuah pendapat mengatakan, bahwa jika Bozize dikembalikan ke kursi presiden, hal tersebut akan sesuai dengan kepentingan Perancis.

CAR12

kekerasan massa

Narasi Media barat, yang dipengaruhi oleh pemerintah Perancis, cenderung menyalahkan kekacauan dan kekerasan di Negara CAR pada pemberontak Seleka.

Namun, berbagai sumber berpendapat bahwa kekerasan berbasis Kristen anti-Balaka menghasut kekerasan terhadap warga sipil Muslim selama bulan September.

Kemudian (berdasarkan issue yang berkembang {atau dikembangkan Prancis}), pejabat pemerintah Perancis mulai mengeluarkan peringatan mengerikan kepada media terkait ancaman genosida di CAR. Peringatan Prancis ini dengan mendorong “intervensi kemanusiaan” untuk membuka jalan bagi Paris melalusi Dewan Keamanan PBB untuk memilih Perancis sebagai pengemban “misi penjaga perdamaian” (di kekacauan yangmana Prancis terlibat didalamnya).

Dengan ketergesaan yang mencurigakan, pemerintah Perancis sebelum mendapat otorisasi dari DK PBB mulai mengirimkan ratusan tentaranya tiga hari sebelum tanggal otorisasi DK-PBB diberikan (otorisasi diberikan pada tanggal 5 Desember, sedang 3 hari sebelumnya Prancis telah mengirim pasukan).

Recall di bawah perintah dari Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius tidak memberikan penjelasan resmi, tapi aneh bahwa Perancis yang justru akan memulai operasi militer sekala besar di CAR.

Ditambahkan, adalah fakta yang secara luas diakui bahwa kekerasan sektarian antara Kristen dan Muslim di Republik Afrika Tengah tidak pernah terdengar sebelumnya (sebelum agenda Prancis ini).

Dengan luas lahan yang sama dengan Perancis dan dengan hanya tujuh persen dari penduduk Perancis, CAR adalah harta karun untuk eksploitasi. CAR berlimpah dengan minyak, pembangkit listrik tenaga air, pertanian, kehutanan, emas, berlian, tembaga dan mineral lainnya, SDA utama mereka antara lain bijih uranium, bahan bakar pilihan untuk energi nuklir. 80 persen dari semua produksi listrik Perancis berasal dari tenaga nuklir.

Presiden Perancis Hollande minggu ini mengatakan: “Perancis tidak datang ke CAR untuk kepentingannya sendiri. Perancis telah datang untuk membela martabat manusia,” Pernyataan itu terdengar mencurigakan.

Kebenaran yang jelas adalah Perancis telah campur tangan dalam konflik di negara CAR untuk pelanggengan agenda neo-imperialis, namun ditutupi dengan dalih kemanusiaan atas kekacauan sektarian yang ditimbulkan – untuk menutupi kriminalitas yang telanjang ini.

Demikian akan menjelaskan siapa yang merekayasa pertumpahan darah di negara tersebut, dan jejak darah yang tertumpah di sepanjang jalan ke Paris.

http://nsnbc.me/2013/12/15/france-fuels-sectarian-killing-car/

us com

Suriah, dalam pergerakan menuju zona perang pembuka – bagi gerakan sayap kiri trans-nasional di Timur Tengah

Jabal_001

Kilas balik

Setelah sebelumnya, Kelompok Milisi “Syrian Resistance”, atau juga yang dikenal sebagai Front Populer untuk Pembebasan Sanjak dari Alexandretta, afilian dari Faksi militan Bersenjata Turki, DHKP-C, secara sepihak telah lebih dahulu terjun kedalam pertempuran melawan baik kelompok Oposisi Suriah maupun bertempur melawan Kelompok-kelompok dari gerakan Pan-Salafist (Islamic State Iraq ash Syam, Jabhat al-Nusra, dll), dimana mereka membuka ruang operasi pertempuran terutama di wilayah Utara Provinsi Lattakia dengan berkolaborasi bersama Militansi Nasional Pro Pemerintah Suriah (NDF),

1469857_190201604502288_1026106150_n

Front Populer untuk Pembebasan Sanjak dari Alexandretta

Dengan kemudian, rilis Senin November 18, 2013

Sub Press Rilis- Partai Komunis dan Pekerja: Solidaritas Internasional bagi Suriah dan menolak aksi terorisme.

Dimana pihak Komunis dan Pekerja (Gerakan sayap kiri) dalam pertemuan dunia ke-15 yang diadakan di Lisbon, yang bertajuk; “Solidaritas bagi Suriah dan rakyatnya, dalam menghadapi plot imperialis agresif yang didasarkan pada sistem yang kuat dan retro-dolar di kawasan.”

Salah satu point: “Perlawanan terhadap proyek imperialis dan Zionis untuk memaksakan dominasi kolonial di wilayah Suriah”.

Dinyatakan; “Kami dengan tegas menentang setiap gangguan atau ancaman agresi imperialisme Amerika terhadap Suriah seperti yang dilakukan dengan sekutu-sekutunya di bawah tuduhan palsu dan argumen untuk membenarkan agresi kolonial, seperti yang sudah terjadi di banyak bagian dunia.”

Ditambahkan, mengecam aksi teroris dan kriminal oleh kekuatan reaksioner ekstremis di dalam wilayah Suriah, menekankan bahwa aksi teroris tersebut yang didukung oleh kekuatan imperialis, bersekutu dalam sistem retro, Turki dan Arab Saudi.

Menyerukan; “Penghentian segera semua tindakan agresi terhadap Suriah oleh Israel dan imperialisme yang dibantu Arab,  NATO, Junta di Turki” – dan menyatakan dukungan untuk perjuangan rakyat Suriah yang mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan nasional.

http://www.pcp.pt/en/15th-international-meeting-communist-and-workers-parties-pcp-press-release-and-common-action

ssnp2

SSNP office

Dengan respon terkini:

29 Januari 2014

Lebanese National Syrian party (SSNP) secara resmi telah menyatakan bergabung dalam perang melawan pihak Oposisi Suriah.

Pihak  SSNP menyatakan pembentukan sayap militer dalam kaitannya dengan perang yang berkobar di Suriah.

Di Provinsi Homs, sayap militer SSNP melawan kelompok Jund al-Sham.  Anggota SSNP juga berpartisipasi di formasi Front Militansi Nasional (NDF) dan telah bertempur di lembah Al-Nasara.

Pertempuran terakhir yang pecah adalah di wilayah pemukiman Zara, perbatasan Suriah-Lebanon, wilayah yang dianggap sebagai jalur suplai dari Lebanon ke Homs.

http://yallasouriya.wordpress.com/2014/01/29/syria-lebanon-ssnp-joins-officially-the-war-against-rebels/

30925230

Sampai berita ini diturunkan, ini adalah kali pertama sayap bersenjata SSNP dipublikasikan keterlibatannya secara terbuka ke dunia internasional dalam perang melawan kelompok Oposisi Suriah dukungan Blok Barat dan Liga Arab yang dimotori oleh Arab Saudi, Qatar dan Turki.

http://www.all4syria.info/Archive/128380

Greater-Syria-Map2

Map Acording to the Nationalist Party

Keterangan: Syrian Social Nationalist Party (SSNP)

SSNP (Syrian Socialist Nationalist Party), adalah sebuah partai politik nasionalis sekuler yang beroperasi di Lebanon, Suriah, Yordania, Irak, dan Palestina.

UNDP mendukung pembentukan sebuah negara bangsa Suriah mencakup Fertile Crescent, termasuk Suriah hari ini, Lebanon, Irak, Yordania, Palestina, Siprus, Kuwait, Sinai, Turki tenggara dan barat daya Iran, berdasarkan batas-batas geografis dan sejarah umum dalam batas wilayah. Dengan lebih dari 100.000 anggota, SSNP adalah kelompok politik terbesar kedua di Suriah setelah Partai Sosialis Arab Ba’ath.

Di Lebanon, SSNP adalah bagian dari Aliansi 8 Maret.

Didirikan di Beirut pada tahun 1932 sebagai Organisasi antikolonial dan Pembebasan Nasional, SSNP memusuhi kolonialisme Prancis, partai memainkan peran penting dalam politik Libanon.

SSNP aktif dalam perlawanan terhadap invasi Israel ke Lebanon pada tahun 1982 dan pendudukan berikutnya dari Libanon selatan sampai tahun 2000 sambil terus mendukung kehadiran Suriah di Lebanon.

Di Suriah, SSNP menjadi kekuatan politik besar di awal 1950-an. Sampai kini SSNP tetap terorganisir, dan pada tahun 2005 telah disahkan dan bergabung dengan Partai Ba’ath yang dipimpin Front Nasional Progresif.

Pada 2012, partai merupakan bagian dari Front Populer untuk Pembebasan dan Perubahan.

Ideology:

Syrian nationalism

Secularism,

Anti-Zionism

Anti-imperialism

500px-Logo_of_the_Syrian_Social_Nationalist_Party.svg

Kutipan:

Sampai saat ini, belum muncul partai di dunia Arab yang dapat bersaing dengan SSNP untuk kualitas propaganda, yang membicarakan baik akal dan emosi, atau kekuatan organisasinya, yang efektif baik terang-terangan maupun secara diam-diam. Berdasarkan organisasi, partai ini berhasil menciptakan arus intelektual dan politik yang sangat kuat di Suriah dan Lebanon.

– Abu Khaldun Sati’ al-Husri

 http://www.danielpipes.org/5788/radical-politics-and-the-syrian-social-nationalist-party

sder

Keterangan: Jundal-Sham

Jundal-Sham (Arab: جندالشام) adalah nama salah satu dari tiga kelompok radikal yang terpisah.

Yang pertama

adalah terkait dengan Afghanistan (dan juga dikenal sebagai militan Levant) yang dimulai pada tahun 1999 dan memiliki hubungan langsung dengan alQaida dan Abu Musabal-Zarqawi.

Yang kedua

adalah kelompok gerakan pan-Salafist  yang aktif sejak tahun 2004 di Lebanon dan bertentangan dengan arus utama gerakan Fatah Palestina, Pemerintah Suriah dan gerakan Hizbullah Lebanon. Kegiatannya mencakup operasi di bagian lain dari Lebanon dan kadang-kadang di Suriah.

Yang ketiga

adalah gerakan Lebanon yang dibentuk pada tahun 2012 dan pertempuran di Suriah yang mendeklarasikan “emirat” versinya sendiri di Suriah.

Editor: Dengan telah bergabungnya kekuatan sayap kiri dari Front Populer untuk Pembebasan Sanjak dari Alexandretta, ditambah -terkini –Syrian Social Nationalist Party (SSNP), dengan di front pertempuran yang lain disinyalir Partai Pekerja Kurdistan (PKK) Turki juga telah terlibat dalam pertempuran dengan beraliansi pada Unit Perlindungan Populer dari Gerilyawan Kurdi Suriah (YPG), dimungkinkan untuk kedepan, bilamana perang tak kunjung mereda, eskalasinya akan merujuk pada Suriah, sebagai zona perang pembuka bagi gerakan sayap kiri trans-nasional di Timur Tengah.

Posisi China dalam konflik di Sudan Selatan

5D21304A-46BA-4B6B-8AC0-B24FE76BC6D1_w640_r1_s

Kondisi lapangan kekinian:

Rilis per tanggal 12 Januari 2014

Pasukan pemerintah Sudan Selatan pada hari Sabtu berjuang untuk merebut kembali wilayah Bor, kota yang dikuasai pemberontak yang tersisa, militer mengatakan.

Pertempuran itu telah memaksa hampir 400.000 orang meninggalkan rumah mereka dan menyebabkan lebih dari 1.000 tewas, menurut PBB.

Dari mereka terpaksa mengungsi, sekitar 350.000 merupakan pengungsi dan sisanya telah melarikan diri ke negara-negara tetangga.

The International Crisis Group, sebuah lembaga independen, mengatakan mereka yakin bahwa sebanyak 10.000 orang telah tewas hanya dalam empat minggu pertempuran.

“Masih ada pertempuran dekat Bor,” kata juru bicara militer Sudan Selatan Philip Aguer kepada detikcom, Sabtu, di tengah upaya pemerintah untuk memobilisasi ribuan tentara lagi sebagai serangan final untuk menghancurkan pemberontakan yang dipimpin mantan wakil dan sekutu-sekutunya.

http://news.yahoo.com/south-sudan-rivals-battle-over-key-oil-region-004421034.html

_72323717_ugandaafp

Kilas kondisi ekonomi Sudan Selatan yang menyeret China

Banyak yang khawatir bahwa kekerasan akan mengganggu produksi minyak negara itu, dimana industry minyak merupakan bagian penting dari perekonomian Sudan Selatan.

Global Witness memperkirakan bahwa pendapatan minyak membentuk 98 persen dari anggaran tahunan Sudan Selatan, membuat produksi minyak menjadi target logis bagi pemberontak. Beijing (China) sudah memiliki banyak investasi di Sudan Selatan.

Sejak berdirinya negara itu, China telah memberikan pinjaman pada pemerintah Sudan Selatan dan bantuan untuk berbagai proyek pembangunan, termasuk kesepakatan September 2013 untuk memberikan bantuan kepada industri pertambangan Sudan Selatan. Perusahaan minyak China juga aktif di negara kaya minyak itu.

Menurut Reuters, CNPC adalah pemegang saham utama dalam dua kelompok minyak besar yang beroperasi di Sudan Selatan, Petrodar dan Greater Nile Petroleum Operating Company. Chinadialogue melaporkan bahwa China menerima ekspor  lebih dari 80 persen dari produksi minyak Sudan Selatan.

Xinhua mencatat bahwa pemerintah Sudan Selatan menegaskan bahwa “minyak mengalir normal dari lokasi produksi ke pipa minyak Sudan,” tetapi dengan tindakan pemberontak menargetkan ladang minyak sudah jelas bahwa produksi terus dipertanyakan.

http://thediplomat.com/2013/12/chinas-south-sudan-dilemma/

1604492_206932582829190_1058668121_n

Menyikapi ancaman dari paparan konflik, untuk melindungi ladang minyak di Sudan Selatan, China (selain mendorong dialog politik pada para pihak yang bertikai untuk penyelesaian secara damai) – disisi lain juga berkomunikasi dengan Uganda untuk mengerahkan kekuatan militer.

http://www.breitbart.com/Big-Peace/2014/01/09/10-Jan-14-World-View-Uganda-and-China-intervene-in-South-Sudan-conflict

Latar hubungan Uganda – China

China dan Afrika menikmati persahabatan lama. Antara tahun 1950-an dan 1970-an, China dan Afrika telah saling mendukung dan bekerja sama. China diberikan banyak dukungan untuk negara-negara Afrika dalam perjuangan kemerdekaan mereka.

Pada tahun 1971, Uganda dan banyak negara Afrika yang didukung Cina dalam memulihkan keanggotaan dan status Dewan Keamanan PBB PBB nya. China menghargai hubungan dengan negara-negara Afrika.  Pada era sekarang, dengan pembentukan dan pengembangan Forum Kerjasama China-Afrika (FOCAC) dan kemitraan strategis jenis baru antara China dan Afrika, pertukaran bilateral dan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan, budaya, politik telah membangun hubungan yang kuat.

Pada kerjasama dibidang perminyakan, China National Offshore Oil Company, CNOOC, telah menandatangani perjanjian farm -down dengan TULLOW untuk eksplorasi minyak di Uganda. Beberapa perusahaan China juga telah bidded untuk pembangunan pembangkit listrik hydro Karuma.

Pencapaian di atas meletakkan dasar yang kuat bagi hubungan baik dan persahabatan antara kedua negara.

Dan pada posisi strategis, kedua belah pihak telah mempertahankan koordinasi yang erat pada banyak isu-isu internasional dan juga issue regional (kawasan Afrika, dimana Sudan Selatan termasuk didalamnya).

http://www.newvision.co.ug/mobile/Detail.aspx?NewsID=629337&CatID=4

Kilas lapangan: Setelah adanya komunikasi China – Uganda

11 Januari 2014

Di kota Nimule, perbatasan Uganda dan Sudan Selatan, puluhan truk yang biasanya berbaris di sepanjang Sungai Elugu, yang membentang di sepanjang perbatasan antara dengan keramaian dan hiruk pikuk kehidupan sehari-hari yang biasanya mendominasi berubah sekitar tiga minggu yang lalu.

Para pedagang telah menghilang dan supir truk tidak lagi mengangkut barang-barang. Sebaliknya, pengungsi dari Sudan Selatan dan peralatan militer dari Uganda yang kini meramaikan wilayah perbatasan. Truk yang sarat dengan tank tempur bergerak dari Uganda ke Sudan Selatan. Konvoi tank dan kontainer peralatan militer telah dikerahkan untuk mencapai perbatasan Sudan Selatan.

Presiden Uganda Yoweri Museveni, dalam pernyataan pers kemudian mengatakan bahwa pengerahan pasukan Uganda “adalah murni defensif”, menjaga infrastruktur pemerintah Sudan Selatan dari ancaman pertikaian.

http://arabia.msn.com/news/world/2373840/uganda-sends-troops-into-south-sudan/

_72323716_020598723-1

Sejauh ini, pemerintah Uganda menyatakan bahwa pengiriman pasukan tersebut adalah untuk membantu mengevakuasi beberapa ribu warga Uganda dari wilayah Sudan Selatan. Tapi di perbatasan, pesawat tempur Uganda telah membom kubu pemberontak. Uganda telah lama dianggap sebagai “kakak” bagi Sudan Selatan.

Presiden Yoweri Museveni secara aktif mendukung perang kemerdekaan Sudan Selatan yang berperang melawan pemerintah Sudan di Khartoum, bahkan menyediakan bantuan militer.

http://www.dw.de/uganda-sends-troops-into-south-sudan/a-17355394