Home » Timur Tengah » Pembersihan Etnis atas Populasi warga Kekhilafahan ISIS

Pembersihan Etnis atas Populasi warga Kekhilafahan ISIS

Review; 18 Juni 2015

231
[1]. Para Pejuang Kurdi membebaskan Tal-Abyad dari cengkraman ISIS

 

Setelah para pejuang Kurdi meringsek maju dari arah Barat dan Timur dan melebar membentuk kepungan rapat, dengan payung bombardment dari serangan udara koalisi pimpinan AS di garis depan dan di wilayah selatan untuk menghabisi kelompok ISIS yang mencoba melarikan diri dan juga untuk mematikan jalur bantuan dari pusat kekuatan ISIS di Raqqa dari mencapai Tel Abyad, kota tersebut akhirnya berhasil diambil-alih oleh para pejuang Kurdi.

 

“Seluruh kota berada di bawah kendali kami dan tidak ada lagi pertempuran,” Huseyin Kocher, seorang komandan YPG Kurdi di Tal Abyad.

 

[2]. Respon (salah satu) Amirul FSA

 

Jatuhnya Tal-Abyad ke tangan para Pejuang Kurdi dan bukan ke tangan FSA/Faksi Pemberontak Suriah dukungan Turki ini membuat gerah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

 

Ankara, Turki – Setelah kedatangan lebih dari 13.000 pengungsi dari Suriah kurang dari seminggu, pada hari Kamis, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menuduh “Barat (koalisi militer pimpinan AS yang beroperasi di Suriah)” telah membunuh orang-orang Arab dan Turkmens di Suriah, dan menggantinya dengan etnis Kurdi.

 

“Pihak Barat telah menembaki orang Arab dan Turkmens, dan menempatkan PYD dan PKK sebagai pengganti mereka,” kata Erdogan.

 

[3]. Interview dari Lapangan

 

Populasi Arab dan Turkmen yang melarikan diri dari Suriah menyatakan bahwa para pejuang Kurdi (YPG) telah merampas rumah dan ternak mereka, membakar dokumen pribadi mereka dan mengklaim tanah sebagai milik mereka.

 

“Mereka memaksa kami pergi dari desa kami dan mengatakan kepada kami ‘ini Rojava’,” istilah untuk menggambarkan petak wilayah dominasi Kurdi di Suriah utara, kata Jomah Ahmed, 35, anggota dari suku al Baggara.

 

“Mereka mengatakan kepada kami ‘Pergi saja kalian ke gurun al Badiya, pergi ke Tadmur, di mana ISIS berada.” Tadmur, adalah wilayah yang masih dikuasai ISIS, 100 mil ke tenggara dari Tal Abyad.

 

Mereka mengatakan bahwa Kurdi mencoba untuk membuat sebuah negara otonom di Suriah utara dan bahwa Amerika Serikat jelas-jelas membantu (dengan keberadaan ISIS memberikan legitimasi bagi kehadiran koalisi AS).

 

“Mereka (Kurdi) mengatakan kepada kami ‘Kami telah di sini 20.000 tahun. Anda datang hanya baru-baru ini dari padang pasir. Kembali ke gurun Anda, ‘”kata Ibrahim al Khider, seorang pemimpin suku Arab yang berjumlah 16.000 an orang di provinsi Deir el Zour.

 

Sementara itu, Kepala Jabhat Suwar di Tell Abyad, Omer Dede, mengatakan bahwa YPG mengancam Turkmens dengan menyatakan, “Tinggalkan desa atau kita akan membakar mereka bersamanya.”

 

“Seluruh keluarga pergi, wanita, anak-anak, orang tua” kata 24 tahun tua Mahmoud, yang meninggalkan Tel Abyad pada hari Minggu seiring gerak maju dari para pejuang Kurdi.

 

Warga Arab dari ratusan desa utara-timur dan kota-kota yang diambil dari ISIS mengklaim rumah mereka telah dibakar atau dijarah untuk mencegah mereka kembali.

 

Serdar Mullah Darwish, seorang wartawan Kurdi di provinsi Hasaka mengatakan sebagian besar warga telah meninggalkan daerah itu karena tersirat bahwa orang Arab yang tinggal di Tal Abyad telah mendukung kelompok ISIS.

 

“Salah satu pemimpin desa kami bertanya mengapa kita harus meninggalkan tanah kami – mereka mengatakan kepadanya bahwa kita adalah inkubator untuk ISIS,” kata Khalil.

 

Situasi ini dibuat lebih kompleks dengan pengakuan bahwa warga Tal Abyad memang telah mengambil bagian dalam kegiatan ISIS ketika ISIS berada di wilayah mereka.

 

“Banyak anak-anak kita terlibat dengan ISIS,” kata Abu Khaled, 63, yang tiba di perbatasan dengan lima anak-anaknya dan beberapa lusin cucu. “Beberapa bergabung dalam sekolah ISIS, dan lain-lain mengambil senjata untuk bertempur bagi ISIS.”

 

[4]. Kecaman dari Faksi-faksi Pemberontak Suriah dan Kelompok militan lainnya

 

Dilain pihak, pada hari Senin, 15 faksi pemberontak di Suriah menuduh YPG melaksanakan “kampanye sektarian dan pembersihan etnis” terhadap warga sipil Arab dan Turkmen dari Tal Abyad dan pedesaan barat provinsi Hassakeh.

 

“Pasukan YPG telah menerapkan kampanye pembersihan etnis dan sektarian terhadap populasi Arab dan Turkmen di bawah payung dari serangan udara koalisi yang telah memberikan kontribusi pemboman, meneror warga sipil dan memaksa mereka untuk melarikan diri desa mereka,” demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh kelompok pemberontak dan militan.

 

15 kelompok pemberontak tersebut, termasuk dari faksi ultrakonservatif Ahrar al-Sham dan Jaish al-Islam, mengatakan pembersihan etnis terkonsentrasi di provinsi Hassakeh dan di Tal Abyad, merupakan bagian dari rencana Partai Demokrat Kurdi, atau PYD.

 

YPG, atau Unit Perlindungan Rakyat, adalah sayap bersenjata dari PYD. Gerakan ini berafiliasi dengan PKK Kurdi, yang telah mengobarkan pertempuran panjang dan berdarah di Turki tenggara.

 

[5]. Klarifikasi dari Yekineyen Parastina Gel (YPG)

 

Juru bicara YPG Redur Halil mengatakan kepada Al-Monitor, “Tidak ada ancaman seperti itu. Kami mengeluarkan seruan mengatakan [IS] harus dicegah dari menggunakan warga sipil sebagai perisai hidup.

 

Serdar Mullah Darwish, seorang wartawan Kurdi di provinsi Hasaka juga mengatakan; “Ketika populasi Kurdi terusir dari kota pada musim panas 2013, tidak ada yang mengatakan itu adalah pembersihan etnis Kurdi, meskipun fakta bahwa semua militan ISIS adalah orang Arab,” katanya.

09

[6]. Peta Timur Tengah Baru sebagai batu tolak

 

Istilah “Timur Tengah Baru” diperkenalkan kepada dunia pada bulan Juni 2006 di Tel Aviv oleh Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice.

 

Pengumuman ini adalah konfirmasi dari “peta jalan militer” Anglo-Amerika-Israel di Timur Tengah. Proyek ini, yang telah dalam tahap perencanaan selama beberapa tahun, terdiri dalam menciptakan busur ketidakstabilan, kekacauan, dan kekerasan membentang dari Lebanon, Palestina, dan Suriah ke Irak, Teluk Persia, Iran, dan Afghanistan.

 

Proyek “Timur Tengah Baru” diperkenalkan untuk publik oleh Washington dan Tel Aviv dengan harapan bahwa Libanon (yang pada kekinian posisi Libanon digantii dengan Suriah dan entitas ISIS) sebagai titik tekanan untuk menyelaraskan seluruh Timur Tengah dan dengan demikian dapat melepaskan kekuatan “kekacauan konstruktif.”

 

Ini “kekacauan konstruktif” (Dekonstruksi melalui Perang Terukur) – yang menghasilkan kondisi kekerasan dan peperangan di seluruh wilayah-yang pada gilirannya akan digunakan sehingga Amerika Serikat, Inggris, dan Israel bisa menggambar ulang peta Timur Tengah sesuai dengan kebutuhan geo-strategis dan tujuan mereka.

new-map

http://www.mcclatchydc.com/2015/06/13/269821/ethnic-cleansing-charged-as-kurds.html
http://rt.com/news/266605-turkey-kurds-isis-syria/
http://www.al-monitor.com/pulse/originals/2015/06/turkey-is-kurds-tell-abyad-protection-units-kobani-turkmen.html#
http://www.bbc.com/news/world-middle-east-33132809
http://www.bbc.com/news/world-middle-east-33132809
http://www.huffingtonpost.com/2015/06/15/kurds-ethnic-cleansing-syria_n_7584810.html
http://www.smh.com.au/world/ethnic-cleansing-claims-as-kurds-take-fight-to-islamic-state-in-syria-20150614-ghnh86.html
http://www.nytimes.com/2014/10/21/world/middleeast/kobani-turkey-kurdish-fighters-syria.html?_r=0
http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/middleeast/syria/11676808/Syrian-rebels-accuse-Kurdish-forces-of-ethnic-cleansing-of-Sunni-Arabs.html
http://www.globalresearch.ca/plans-for-redrawing-the-middle-east-the-project-for-a-new-middle-east/3882

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: