Home » Nasional » Awas!, bahaya laten CIA

Awas!, bahaya laten CIA

Latar belakang – Kilas sejarah hubungan Indonesia dengan Blok Timur dan paradoksal tahun 2014

CIA23

Dari Rusia

Nama ”Indonesia” sudah dikenal di Uni Soviet lama sebelum Indonesia merdeka. Dalam buku Prof Guber yang ditulis pada 1933, (dimana saat itu) Indonesia masih bernama Hindia Belanda, namun dalam buku itu, telah tercantum nama ”Indonesia”.

Kami menyebut negara ini (Hindia Belanda) sesuai dengan sebutan yang digunakan oleh pejuang Indonesia.

http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=7006&coid=4&caid=33&gid=2

Dari Indonesia

Soekarno mengatakan berulang kali, ide nasionalismenya berpadu dengan internasionalisme. Hal itu antara lain dibuktikan dengan jelas oleh sikap Soekarno terhadap Uni Soviet.

Orang Rusia sampai saat ini mengingat dengan rasa terima kasih bagaimana pada tahun 1941, Soekarno yang pada waktu itu sedang dalam pengasingan di Bengkulu, dalam artikelnya di koran Pemandangan menyatakan keyakinannya terhadap kemenangan Tentara Merah (Soviet) melawan pasukan Hitler.

Soekarno menulis, “Tentara Merah tidak hanya membela kemerdekaan negaranya sendiri, tetapi juga akan mendukung pembebasan seluruh umat manusia dari ancaman fasisme”.

http://wallof-history.blogspot.com/2013/01/presiden-soekarno-dan-uni-soviet_3.html

Pengakuan Rusia (Soviet) atas kemerdekaan Indonesia

pada 24 Desember 1949, Uni Soviet menerima pesan resmi mengenai kesepakatan hubungan antara Belanda dan Indonesia. Setelah itu, Menteri Luar Negeri Uni Soviet Andrei Vyshinsky mengirimkan telegram kepada Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Dr Mohammad Hatta.

Telegram ini berbunyi: ”Atas nama pemerintah Uni Soviet, saya dengan hormat menginformasikan kepada Anda, sejak pengakuan kedaulatan Republik Indonesia pada 27 Desember 1949 di Den Haag, Belanda, pemerintah Uni Soviet memutuskan mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia dan akan membangun hubungan diplomatik dengan Indonesia.”

Dari situlah hubungan Rusia-Indonesia dimulai.

http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=7006&coid=4&caid=33&gid=2

bk2

Presiden RI pertama

Sukarno (6 Jun 1901 – 21 Jun 1970) adalah Presiden Indonesia yang pertama (dari 1945 ke 1967). Beliau memainkan peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dari jajahan Belanda.

Sukarno juga dikenali sebagai Ahmed Sukarno atau Soekarno atau juga Bung Karno.

http://ms.wikipedia.org/wiki/Soekarno

konspirasi Soeharto-cia3

Dalam masa pemerintahan Bung karno, hubungan Indonesia dengan Blok Timur (Soviet) kian erat. Namun, pada tahun 1965-1967 beliau digulingkan, dan, Letnan Jendral Soeharto yang lebih Pro ke Barat menggantikan kekuasaan sebagai Presiden pada kemudiannya.

Orde Baru

Pada masa Orde Baru, dibawah kepemimpinan Mantan Presiden Soeharti inilah Indonesia menggelar invasi ke Timor-Timur, yang dikenal dengan Operasi Seroja, yang dimulai pada tanggal 7 Desember 1975.

Pihak Indonesia menyerbu Timor Timur karena adanya desakan Amerika Serikat dan Australia yang menginginkan agar Fretilin yang berpaham komunisme tidak berkuasa di Timor Timur.

http://id.wikipedia.org/wiki/Operasi_Seroja

Suharto_resigns3

Lengsernya Orde Baru dan mulainya era reformasi

Pada pergeseran momentum dan perubahan geo-ekonomi, politik dan militer global, Timor Leste pada tanggal 20 Mei 2002 melepaskan diri dari Indonesia dan menjadi negara Merdeka.

Mereka memutuskan untuk menggunakan nama Portugis “Timor Leste” sebagai nama resmi negara mereka. (Republik Demokratik Timor Leste – juga disebut Timor Lorosa’e).

http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Leste

East-Timor-Map2

Timor Leste (map)

Kekinian: Timor Leste kembali ke Posisi awal

Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Timor Leste Xanana Gusmao menyatakan pihaknya (Timor Leste) terbuka bagi kehadiran armada Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (Blok Timur) di wilayahnya.

”Saya ditanya hal yang sama saat berada di Australia. Kami terbuka dan sebagai negara kecil tentu menyambut baik pihak-pihak yang bersahabat,” kata Xanana di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (10/2/2014).

Xanana sebelumnya ditanya soal kesiapan Timor Leste membuka pangkalan bagi armada China atau fasilitas logistik dan perbaikan kapal bagi armada China yang sedang membangun kekuatan lintas benua.

http://internasional.kompas.com/read/2014/02/11/0739588/Timor.Leste.Terbuka.bagi.Armada.China

289183_267933383217453_100000023811851_1119477_5307298_o2

Menteri Pertahanan serta Perdana Menteri Timor Leste Leste Xanana Gusmao (kanan) saat berjalan bersama dengan Menteri Pertahanan dan Keamanan Repulik Indonesia Purnomo Yusgiantoro.

Perkembangan posisi Indonesia

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat ditanya mengenai izin bagi armada China melintasi perairan Indonesia menuju ke timur (Timor Leste) menjelaskan, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang dapat dilintasi armada mana saja, termasuk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

Selama ini, Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) dan AL Australia (Royal Australian Navy) juga biasa melintas secara damai di perairan Indonesia. US Navy juga memiliki fasilitas perbekalan dan perbaikan di Singapura untuk elemen Armada Ketujuh yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik.

0337087Kapal-Induk-China-Liaoning780x390

Seorang tentara China sedang memantau situasi dari atas geladak kapal induk Liaoning dalam sebuah latihan pada Nomber lalu di Laut China Selatan.

Lebih jauh

Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro bertemu dengan Menteri Pertahanan serta Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao di Jakarta, Senin, membahas kemungkinan latihan militer bersama antara kedua negara (11/2/2014).

“Indonesia dan Timor Leste akan melakukan pelatihan bersama untuk tentara. Kami juga akan melaksanakan kerja sama antara angkatan laut dan angkatan udara di masa depan,” kata Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro menambahkan bahwa Indonesia dan Timor Leste akan bekerja sama dalam industri pertahanan.

Sementara itu Menteri Pertahanan serta Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao mengatakan bahwa Indonesia dan Timor Leste adalah tetangga yang berbagi perbatasan darat dan masalah umum lainnya.

Oleh karena itu kerjasama pertahanan yang kuat adalah isu penting yang harus di fokuskan oleh kedua negara.

“Kami akan mengirim orang untuk belajar dari Indonesia,” tutup Xanana.

http://www.antaranews.com/berita/418354/menhan-indonesia-timor-leste-bicarakan-latihan-militer-gabungan

Jika tahun 2014 ini, sehubungan dengan akan berlangsungnya Pemilu, dalam kaitannya dengan kondisi kawasan yang kian memanas (terutama Konflik yang pecah antara China dengan negara-negara sekutu AS di Asia berkenaan dengan sengketa Laut China Selatan), juga dengan kian eratnya kerjasama Indonesia dengan Rusia dan China diberbagai bidang, akankah CIA kembali menggelar operasi guna menyingkirkan tokoh-tokoh Indonesia yang dinilai mulai berseberangan dengan kepentingan mereka, yang pada sisi lain juga untuk mendudukkan sebanyak mungkin bonekanya di Indonesia – guna mengontrol alur kebijakan Bangsa sebagaimana dimasa lalu? – atau, akankah Indonesia kembali menjadi kacung AS dan Australia dengan berbalik arah pada menginvasi Timor Leste untuk kedua kali?- semoga saja tidak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: