Pembersihan Etnis atas Populasi warga Kekhilafahan ISIS

Review; 18 Juni 2015

231
[1]. Para Pejuang Kurdi membebaskan Tal-Abyad dari cengkraman ISIS

 

Setelah para pejuang Kurdi meringsek maju dari arah Barat dan Timur dan melebar membentuk kepungan rapat, dengan payung bombardment dari serangan udara koalisi pimpinan AS di garis depan dan di wilayah selatan untuk menghabisi kelompok ISIS yang mencoba melarikan diri dan juga untuk mematikan jalur bantuan dari pusat kekuatan ISIS di Raqqa dari mencapai Tel Abyad, kota tersebut akhirnya berhasil diambil-alih oleh para pejuang Kurdi.

 

“Seluruh kota berada di bawah kendali kami dan tidak ada lagi pertempuran,” Huseyin Kocher, seorang komandan YPG Kurdi di Tal Abyad.

 

[2]. Respon (salah satu) Amirul FSA

 

Jatuhnya Tal-Abyad ke tangan para Pejuang Kurdi dan bukan ke tangan FSA/Faksi Pemberontak Suriah dukungan Turki ini membuat gerah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

 

Ankara, Turki – Setelah kedatangan lebih dari 13.000 pengungsi dari Suriah kurang dari seminggu, pada hari Kamis, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menuduh “Barat (koalisi militer pimpinan AS yang beroperasi di Suriah)” telah membunuh orang-orang Arab dan Turkmens di Suriah, dan menggantinya dengan etnis Kurdi.

 

“Pihak Barat telah menembaki orang Arab dan Turkmens, dan menempatkan PYD dan PKK sebagai pengganti mereka,” kata Erdogan.

 

[3]. Interview dari Lapangan

 

Populasi Arab dan Turkmen yang melarikan diri dari Suriah menyatakan bahwa para pejuang Kurdi (YPG) telah merampas rumah dan ternak mereka, membakar dokumen pribadi mereka dan mengklaim tanah sebagai milik mereka.

 

“Mereka memaksa kami pergi dari desa kami dan mengatakan kepada kami ‘ini Rojava’,” istilah untuk menggambarkan petak wilayah dominasi Kurdi di Suriah utara, kata Jomah Ahmed, 35, anggota dari suku al Baggara.

 

“Mereka mengatakan kepada kami ‘Pergi saja kalian ke gurun al Badiya, pergi ke Tadmur, di mana ISIS berada.” Tadmur, adalah wilayah yang masih dikuasai ISIS, 100 mil ke tenggara dari Tal Abyad.

 

Mereka mengatakan bahwa Kurdi mencoba untuk membuat sebuah negara otonom di Suriah utara dan bahwa Amerika Serikat jelas-jelas membantu (dengan keberadaan ISIS memberikan legitimasi bagi kehadiran koalisi AS).

 

“Mereka (Kurdi) mengatakan kepada kami ‘Kami telah di sini 20.000 tahun. Anda datang hanya baru-baru ini dari padang pasir. Kembali ke gurun Anda, ‘”kata Ibrahim al Khider, seorang pemimpin suku Arab yang berjumlah 16.000 an orang di provinsi Deir el Zour.

 

Sementara itu, Kepala Jabhat Suwar di Tell Abyad, Omer Dede, mengatakan bahwa YPG mengancam Turkmens dengan menyatakan, “Tinggalkan desa atau kita akan membakar mereka bersamanya.”

 

“Seluruh keluarga pergi, wanita, anak-anak, orang tua” kata 24 tahun tua Mahmoud, yang meninggalkan Tel Abyad pada hari Minggu seiring gerak maju dari para pejuang Kurdi.

 

Warga Arab dari ratusan desa utara-timur dan kota-kota yang diambil dari ISIS mengklaim rumah mereka telah dibakar atau dijarah untuk mencegah mereka kembali.

 

Serdar Mullah Darwish, seorang wartawan Kurdi di provinsi Hasaka mengatakan sebagian besar warga telah meninggalkan daerah itu karena tersirat bahwa orang Arab yang tinggal di Tal Abyad telah mendukung kelompok ISIS.

 

“Salah satu pemimpin desa kami bertanya mengapa kita harus meninggalkan tanah kami – mereka mengatakan kepadanya bahwa kita adalah inkubator untuk ISIS,” kata Khalil.

 

Situasi ini dibuat lebih kompleks dengan pengakuan bahwa warga Tal Abyad memang telah mengambil bagian dalam kegiatan ISIS ketika ISIS berada di wilayah mereka.

 

“Banyak anak-anak kita terlibat dengan ISIS,” kata Abu Khaled, 63, yang tiba di perbatasan dengan lima anak-anaknya dan beberapa lusin cucu. “Beberapa bergabung dalam sekolah ISIS, dan lain-lain mengambil senjata untuk bertempur bagi ISIS.”

 

[4]. Kecaman dari Faksi-faksi Pemberontak Suriah dan Kelompok militan lainnya

 

Dilain pihak, pada hari Senin, 15 faksi pemberontak di Suriah menuduh YPG melaksanakan “kampanye sektarian dan pembersihan etnis” terhadap warga sipil Arab dan Turkmen dari Tal Abyad dan pedesaan barat provinsi Hassakeh.

 

“Pasukan YPG telah menerapkan kampanye pembersihan etnis dan sektarian terhadap populasi Arab dan Turkmen di bawah payung dari serangan udara koalisi yang telah memberikan kontribusi pemboman, meneror warga sipil dan memaksa mereka untuk melarikan diri desa mereka,” demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh kelompok pemberontak dan militan.

 

15 kelompok pemberontak tersebut, termasuk dari faksi ultrakonservatif Ahrar al-Sham dan Jaish al-Islam, mengatakan pembersihan etnis terkonsentrasi di provinsi Hassakeh dan di Tal Abyad, merupakan bagian dari rencana Partai Demokrat Kurdi, atau PYD.

 

YPG, atau Unit Perlindungan Rakyat, adalah sayap bersenjata dari PYD. Gerakan ini berafiliasi dengan PKK Kurdi, yang telah mengobarkan pertempuran panjang dan berdarah di Turki tenggara.

 

[5]. Klarifikasi dari Yekineyen Parastina Gel (YPG)

 

Juru bicara YPG Redur Halil mengatakan kepada Al-Monitor, “Tidak ada ancaman seperti itu. Kami mengeluarkan seruan mengatakan [IS] harus dicegah dari menggunakan warga sipil sebagai perisai hidup.

 

Serdar Mullah Darwish, seorang wartawan Kurdi di provinsi Hasaka juga mengatakan; “Ketika populasi Kurdi terusir dari kota pada musim panas 2013, tidak ada yang mengatakan itu adalah pembersihan etnis Kurdi, meskipun fakta bahwa semua militan ISIS adalah orang Arab,” katanya.

09

[6]. Peta Timur Tengah Baru sebagai batu tolak

 

Istilah “Timur Tengah Baru” diperkenalkan kepada dunia pada bulan Juni 2006 di Tel Aviv oleh Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice.

 

Pengumuman ini adalah konfirmasi dari “peta jalan militer” Anglo-Amerika-Israel di Timur Tengah. Proyek ini, yang telah dalam tahap perencanaan selama beberapa tahun, terdiri dalam menciptakan busur ketidakstabilan, kekacauan, dan kekerasan membentang dari Lebanon, Palestina, dan Suriah ke Irak, Teluk Persia, Iran, dan Afghanistan.

 

Proyek “Timur Tengah Baru” diperkenalkan untuk publik oleh Washington dan Tel Aviv dengan harapan bahwa Libanon (yang pada kekinian posisi Libanon digantii dengan Suriah dan entitas ISIS) sebagai titik tekanan untuk menyelaraskan seluruh Timur Tengah dan dengan demikian dapat melepaskan kekuatan “kekacauan konstruktif.”

 

Ini “kekacauan konstruktif” (Dekonstruksi melalui Perang Terukur) – yang menghasilkan kondisi kekerasan dan peperangan di seluruh wilayah-yang pada gilirannya akan digunakan sehingga Amerika Serikat, Inggris, dan Israel bisa menggambar ulang peta Timur Tengah sesuai dengan kebutuhan geo-strategis dan tujuan mereka.

new-map

http://www.mcclatchydc.com/2015/06/13/269821/ethnic-cleansing-charged-as-kurds.html
http://rt.com/news/266605-turkey-kurds-isis-syria/
http://www.al-monitor.com/pulse/originals/2015/06/turkey-is-kurds-tell-abyad-protection-units-kobani-turkmen.html#
http://www.bbc.com/news/world-middle-east-33132809
http://www.bbc.com/news/world-middle-east-33132809
http://www.huffingtonpost.com/2015/06/15/kurds-ethnic-cleansing-syria_n_7584810.html
http://www.smh.com.au/world/ethnic-cleansing-claims-as-kurds-take-fight-to-islamic-state-in-syria-20150614-ghnh86.html
http://www.nytimes.com/2014/10/21/world/middleeast/kobani-turkey-kurdish-fighters-syria.html?_r=0
http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/middleeast/syria/11676808/Syrian-rebels-accuse-Kurdish-forces-of-ethnic-cleansing-of-Sunni-Arabs.html
http://www.globalresearch.ca/plans-for-redrawing-the-middle-east-the-project-for-a-new-middle-east/3882

Advertisements

Cara Israel menyelamatkan Amerika Serikat dari kejatuhan

qq

Landscape dan point tertimbang

Deflasi [Dalam ekonomi, Deflasi adalah suatu periode dimana secara umum harga-harga menurun dan nilai uang bertambah].

 

[1]. Review – sebagai Standing Point:
Dunia boleh cemas terhadap fenomena Deflasi. Teori boleh mengatakan, deflasi bersifat kontraktif, namun, ternyata ada negara yang mempunyai pengalaman manis dengan deflasi. China membuktikan fakta dan pengalaman yang berbeda.
Far Eastern Economic Review (17/10/02) mengungkapkan, deflasi dan harga-harga murah telah menyebabkan Cina mulai menguasai ekspor dunia (Price Chopper: How Cheap Chinese Goods are Hammering the World).
Bayangkan, sebuah negara berpenduduk 1,3 milyar, di mana 700 juta di antaranya hidup di pedesaan dengan pendapatan rata-rata 285 dollar per tahun. Bandingkan dengan pendapatan per kapita rakyat AS yang hampir 40.000 dollar per tahun.
Apa implikasinya? Jelas. Kombinasi antara jumlah penduduk yang amat banyak, pendapatan per kapita yang amat rendah, dan tingkat pengangguran yang masih tinggi (sekitar tujuh persen), berimplikasi pada upah buruh dan biaya produksi yang rendah.

 

Akibat selanjutnya, terjadi deflasi secara substansial.
Cina kini tercatat sebagai negara paling powerful dalam hal deflasi. Dalam tujuh tahun terakhir, harga-harga mengalami penurunan sampai 20 persen! Pada tahun 2002 juga terjadi deflasi sekitar satu persen. Sebagai ilustrasi, sepuluh tahun lalu harga TV berwarna 21 inci 400 dollar AS, kini tak lebih dari 80 dollar! Amat murah.

 

Bagaimana mungkin negara lain bisa menyainginya? – Nyaris mustahil.
Kian murahnya biaya produksi membuat banyak perusahaan multinasional berbondong-bondang berinvestasi di Cina. Cina berubah menjadi lahan investasi (investment venue) yang paling atraktif di dunia.
Kini Cina juga telah menjelma menjadi negara produsen barang-barang industri terbesar keempat di dunia, yang hanya kalah (sementara) dari AS, Jepang, dan Jerman.
Jika tiga kekuatan ekonomi terbesar (AS, Jepang, dan Jerman) sampai mengalami deflasi, dampaknya pasti akan merembet ke negara-negara lain, termasuk Indonesia (ekspor Inflasi oleh Negara maju ke Negara Berkembang).
Dengan demikian, tak ada yang absolut dalam dunia ekonomi. Suatu fenomena bisa menjadi baik atau buruk, tergantung asumsinya. Ketika deflasi terjadi di Jepang (atau negara maju lainnya), hasilnya buruk. Namun, ketika deflasi disemai di lahan Cina, ternyata panenannya luar biasa.

 

http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=931&coid=2&caid=19&gid=4

 

[2]. China menggeser pasar AS

 

Review: 11/01/2014
Negeri tirai bambu China segera menggeser dominasi Amerika Serikat (AS) sebagai penguasa perdagangan dunia. Pada 2013 lalu, nilai perdagangan China mencapai US$ 4,2 triliun atau sekitar Rp 42.000 triliun.
AS memang belum melaporkan nilai perdagangannya secara penuh, Namun, Sulit bisa mengalahkan perdagangan China.

 

http://finance.detik.com/read/2014/01/11/112633/2464821/4/china-geser-takhta-as-jadi-penguasa-perdagangan-dunia

 

[3]. Israel turun gelanggang.

 

Israel sebagai pihak yang mengendalikan ekonomi dunia melalui Amerika Serikat (via The Fed {Federal Reserve Bank} dan perpanjangan sistemnya, yakni IMF, World Bank, konsorsium-konsorsium dan jaringan Neo-Imperialis-Kapitalis Global) tentu tidak bisa berpangku tangan melihat kebangkitan ekonomi dari Blok Timur yang kian mengancam hagemoninya.

 

https://voricomrade.wordpress.com/2015/06/13/sejarah-dominasi-israel-atas-ekonomi-dunia/

 

Manufer untuk menghadapi derap maju dari Blok Timur segera digelar; Yakni dengan meningkatkan Produksi minyak guna terciptanya “Deflasi Terukur” di AS (kompensasi pada biaya Produksi untuk turunnya pendapatan Perusahaan karena menurunnya Indeks Harga Konsumen) yang berimplikasi pada membaiknya laporan ekonomi dan berimbas pada sentimen yang mendongkrak nilai Dolar terhadap seluruh mata uang lainnya.

 

[4-a]. Mendongkrak Produksi Minyak dari Dalam Negeri:
05/05/2015, NEW YORK – Harga minyak kembali turun setelah Amerika Serikat terus meningkatkan produksinya.
David Lennox, analis Fat Prophet, mengatakan produksi minyak terus digenjot.
Data Energy Information Adminitration (EIA) menunjukkan produksi minyak Amerika Serikat (AS) terus meningkat.
AS telah memproduksi minyak sebanyak 6 juta barel per hari pada kuartal pertama tahun ini. Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan produksi minyak AS tahun 2008 yang hanya sekitar 4,4 juta barel per hari.
Berdasarkan data dari Survey Geologi AS, Alaska sendiri masih menyimpan cadangan minyak lepas pantai terbesar di dunia yaitu sekitar 40 miliar barel.

 

http://market.bisnis.com/read/20150505/94/429871/harga-minyak-tertekan-spekulasi-peningkatan-produksi-dan-pasokan-di-as
http://pasardana.com/tag/minyak/

 

[4-b]. Melalui Negara-negara dibawah payungnya:
23 Maret 2015, Pada pembukaan perdagangan 23 Maret 2015, harga minyak dunia kembali turun. Kemerosotan harga minyak ini dipengaruhi keputusan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporter Countries/OPEC), yang dipimpin Arab Saudi, yang memilih tidak mengurangi laju produksi minyaknya, meski pasar global mengalami kelebihan pasokan.
Lebih dari itu, di tengah pergerakan harga minyak yang demikian, Arab Saudi mengatakan, pihaknya justru siap meningkatkan produksi minyak dalam beberapa bulan ke depan.
“Kami memiliki banyak pasokan minyak, dan Anda tak akan melihat pemangkasan produksi di Arab Saudi,” kata Al-Subaey setelah bertemu dengan para petinggi perusahaan minyak di India.

 

http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/03/23/090652183/Karena-Pernyataan-Arab-Saudi-Harga-Minyak-Kembali-Turun
http://m.news.viva.co.id/news/read/574009-iran-desak-arab-saudi-segera-atasi-kejatuhan-harga-minyak
http://bisnis.liputan6.com/read/2250420/harga-belum-stabil-arab-saudi-siap-naikkan-produksi-minyak

 

[5]. Sesuai ekspektasi
Dolar Menguat – Didukung Data Ekonomi AS (Amerika Serikat Deflasi, Harga-harga Barang Terendah Sejak Oktober 2009)

 

27 February 2015, Jatuhnya harga minyak dunia (OLEH Operasi Israel ini) berimbas pada turunnya harga konsumen AS ke level deflasi (seperti yang dilaporkan Departemen Tenaga Kerja bahwa harga konsumen AS turun ke level terendah sejak Oktober 2009).
Turunnya harga konsumen AS ke level deflasi dicapai melalui turunnya harga produk energi (9,7 persen pada bulan Januari, menyusul penurunan 4,7 persen di bulan Desember 2014).

 

http://vibiznews.com/2015/02/27/amerika-serikat-deflasi-harga-harga-barang-terendah-sejak-oktober-2009/

 

[6]. Anomali terukur: Deflasi Terukur dengan bagan perbaikan data Ekonomi melahirkan sentimen positif yang menguatkan Dolar

 

12 Juni 2015, Kurs dolar AS melonjak terhadap mata uang utama lainnya karena data ekonomi yang keluar dari negara itu secara keseluruhan positif.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (12/6/2015), estimasi awal penjualan ritel dan jasa makanan AS untuk Mei tercatat 444,9 miliar dolar AS, meningkat 1,2 persen dari bulan sebelumnya, dan 2,7 persen di atas Mei 2014, Departemen Perdagangan melaporkan pada Kamis, lapor Xinhua.
Perkiraan terbaru itu tetap di wilayah positif, menunjukkan membaiknya pasar tenaga kerja AS (dapat dicegahnya pemecatan tenaga kerja {yang biasanya digunakan untuk menekan biaya produksi}).

 

http://economy.okezone.com/read/2015/06/12/213/1164243/dolar-menguat-didukung-data-ekonomi-as

Sejarah Dominasi Israel atas Ekonomi Dunia

Sejarah Dominasi Israel atas Ekonomi Dunia

“dan ancaman Operasi Mossad (baca, via CIA) melalui LSM dan pemuka-pemuka Khilafah Washingtoniyah (Sayap Arab Saudi cs) terhadap Indonesia“.

multi-rothschild-131112-c

14 Juni 2015,  Home-Base
Dengan pecahnya Perang Saudara Amerika Serikat (1861–1865), yang juga dikenal sebagai Perang Antar Negara Bagian, Gerakan Yahudi keluar sebagai pihak yang memenangkan perang tersebut. Melalui Keluarga Rothschild (yang dikenal sebagai sebuah dinasti bankir Yahudi-Jerman di Eropa, yang mendirikan berbagai bank dan institusi keuangan Eropa pada akhir abad ke-18), gerakan Yahudi melalui penggntian mata tukar (dari emas ke uang kertas) berhasil menguasai Amerika Serikat melalui The Fed (Federal Reserve Bank).
Dalam sebuah buku yang ditulis oleh John Hagee dari Texas dan juga ketua pendiri Christian Serikat untuk Israel, menulis:
Kongres (AS) tidak mengendalikan perekonomian Amerika. Tetapi perkonomian kita (AS) dikendalikan oleh sistem Federal Reserve. Federal Reserve tidak pernah diaudit, namun meraka benar-benar mengontrol nilai mata uang di negara ini. Sementara sebagian besar pemegang sahamnya adalah anggota dari Eastern Establishment, empat pemegang saham terbesarnya bukan orang Amerika tetapi anggota keluarga Rothschild dari Eropa. ” – John Hagee, (Nashville: Thomas Nelson Publishers, 1997) p. 51.
Robert A. Heinlein menggambarkan Federal Reserve sebagai berikut:
Setiap anggota Kongres, mereka tahu dengan persis apa yang menyebabkan inflasi, tetapi meraka tidak bisa melakukan reformasi drastis dan menghentikan atau mencabut aksi Federal Reserve karena dia bisa kehilangan pekerjaan.”
Setelah berjuang selama lebih dari 230 tahun, keluarga Rothschild akhirnya berhasil memiliki hampir semua bank sentral di dunia. Hanya tiga negara di mana bank sentralnya tidak menerima tambahan modal dari dinasti Rothschild yaitu Iran, Kuba, dan Korea Utara.

perang saudara amerika12

 

706iwojima
Pasca kemenangannya dalam Perang Saudara Amerika, pada akhir Perang Dunia II, kembali Israel keluar sebagai pemenang, dimana bertolak dari kondisi saat itu, yang mana ekonomi cenderung mengerucut pada satu tumpuan kekuatan, Amerika Serikat (AS).

AS menjadi kekuatan ekonomi tunggal pada saat itu dengan memiliki cadangan emas mencapai 65 persen dari seluruh dunia.
Atas dasar peta kekuatan tersebut, kesepakatan Bretton Woods sangat kental dengan nuansa peran AS (baca, kepentingan Israel) mulai mengatur tatanan ekonomi dunia. Salah satunya, peran dolar AS sebagai satu-satunya alat pembayaran dunia.
Pada kemudiannya, Israel melalui AS pada pertemuan di Hotel Mount Washington Hotel, Kota Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat menekan dunia untuk perlunya dibentuk kerangka kerja sama ekonomi internasional baru yang akan dibangun setelah Perang Dunia II.
Pertemuan ini melahirkan “Bretton Woods Agreements” yang melahirkan IMF dan organisasi kembarannya, The International Bank for Reconstruction and Development (sekarang lebih dikenal dengan nama World Bank).
Pada awalnya, IMF hanya beranggotakan 29 negara, namun kemudian pada awal tahun 2004 anggota IMF sudah mencapai 184 negara, yang berarti hampir semua negara anggota PBB juga menjadi anggota IMF.
Dengan menggunakan Amerika untuk mengendalikan IMF dan Bank Dunia inilah pada akhirnya banyak negara terjerat utang kepada IMF (baca, Zionis) yang kemudian menggunakan mereka untuk tujuan politiknya. Proses ini disebut “Hagemoni Ekonomi.”
Israel (secara langsung pun tidak langsung) menjalankan perusahaan-perusahaan multinasional dari mulai perusahaan minuman sampai perusahaan minyak, dari perusahaan sepatu sampai perusahaan topi. Melalui cara-cara inliah mereka mengeruk penghasilan dan menjadi raksasa ekonomi di dunia.
Situasi ini dijelaskan sendiri oleh Rothschild pada tahun 1863;

Sedikit orang yang memahami sistem ini sangat tertarik pada keuntungan sistem ini atau sangat memiliki ketergantungan pada sistem ini, sehingga tidak akan ada perlawanan dari mereka.”
Sistematisasi melalui (The FED, Dolar, IMF dan World Bank) memungkinkan Israel memiliki keunggulan di atas ekonomi global.
Di bawah slogan demokrasi, Israel (melalui oknum aparatnya, Amerika-cs sebagai Polisi HAM Dunia) telah menggulingkan banyak pemerintah yang mencoba melawan sikap politiknya, dan menggantinya dengan versinya sendiri.
Kerajaan Arab Saudi, Qatar, Yordania dan Bahrain di Semenanjung Arab, Turki, Afghanistan, Libya, Pakistan dan negara-negara lain di luar Jazirah Arab sekarang berada di bawah payung Israel.
New Era – Polarisasi kekuasaan dan kekuatan
Sekarang ini, beberapa negara termasuk Rusia, Cina, Iran, Suriah dan beberapa negara Amerika Selatan bersekutu satu sama lain, dan pada entitas manapun yang mendukung poros baru ini, oleh pihak yang pro Imperialisme-Kapitalisme Zionis di diskreditkan dengan menyebutnya sebagai Axis of Evil {Komunis, Syiah, dll}).
Negara-negara ini telah menciptakan sebuah front persatuan. Dalam bidang ekonomi, Rusia menjadi anggota G-20 juga BRIC. BRIC yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, dan China sebagai kekuatan baru dalam bidang ekonomi dunia.

 

Rusia
Putin berhasil membawa Rusia keluar dari keterpurukan ekonomi dengan catatan prestasi ekonomi yang sangat gemilang.
Dengan segudang prestasi gemilang ini, tak heran bila Rusia akhirnya memperoleh pujian dari berbagai penjuru dunia. Rusia bahkan menjadi salah satu contoh negara yang sukses tanpa menggantungkan diri pada bantuan IMF.

 

Imbasnya? – 3 Juli 2012, Parlemen Rusia (sebagai counter atas operasi Intelijen AS di Rusia) membahas sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang memaksa lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang didanai dari luar negeri didaftar sebagai “agen asing”.
RUU yang dibicarakan itu diajukan setelah Presiden Vladimir Putin, dengan menyebut para aktivis oposisi yang berdemonstrasi menentangnya didanai oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

 

Indonesia
Sedang di Indonesia, terkait LSM pro Imperialisme Kapitalisme (yang digunakan untuk mempengaruhi arah kebihakan Pemerintah {diplomasi lembut AS}) dan Ormas Pro Khilafah Washingtoniyah (yang digunakan untuk mengancam keutuhan NKRI melalui issue Khilafah {main kayu-nya AS via Arab Saudi-cs}); tentang ini, (parcial) Bachtiar, dari Dirjen Kesatuan Bangsa Dan Politik Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia seusai jadi pembicara diacara sosialisasi undang-undang nomor 17 Tahun 2013 tentang organisasi kemasyarakatan, Kamis 19/6/2014 di Tanjung Selor, menerangkan;
Memang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Ormas yang mendapat bantuan dana dari luar negeri ini biasanya terlihat positif, tapi secara perlahan mereka akan ‘menghajar’ ideology kita.“

 

dollar_back

 

Pict: United States one-dollar bill
The symbolism is explained by the motto that appears above the Eye: Annuit Coeptis, meaning

 

“He [God] has approved [our] undertakings.”
The Eye of Providence (or the all-seeing eye of God) is a symbol showing an eye often surrounded by rays of light or a glory and usually enclosed by a triangle. It is sometimes interpreted as representing the eye of God watching over humankind (or divine providence).
In the modern era, the most notable depiction of the eye is the reverse of the Great Seal of the United States, which appears on the United States one-dollar bill.

Pembebasan Gaza, untuk siapa?

Pembebasan Gaza, dari sudut pandang Operasi Intelijen dan Kontra Intelijen

26 Juli 2014, beranjak dari pertempuran yang saat ini masih berlangsung di Jalur Gaza, Pejabat Badan Intelijen Pentagon, Letnan Jenderal Michael Flynn, memperingatkan bahwa kehancuran Hamas hanya akan menyebabkan sesuatu yang lebih berbahaya mengambil tempatnya, dan menawarkan potret suram  konflik regional.

“Jika Hamas hancur dan hilang, posisinya akan digantikan oleh sesuatu yang jauh lebih buruk,” kata Flynn di Forum Aspen Security di Colorado.

“Sebuah ancaman buruk akan datang ke dalam semacam ekosistem di sana.., sesuatu seperti ISIS,” tambahnya, mengacu pada gerakan Pan Salafis (Islamic State) yang saat ini beroperasi di wilayah Irak dan Suriah.

http://www.reuters.com/article/2014/07/27/us-mideast-gaza-usa-hamas-idUSKBN0FW01F20140727

Namun dari sudut pandang berbeda (ke 2 dari 3 Skenario):

Bilamana gerakan Pan Salafis mengambil alih kekuasaan di Gaza, maka, [1]. Negara-negara yang semula mendukung perjuangan rakyat Palestina (di Gaza) akan mundur teratur, [2]. Blockade akan kian dikencangkan dari semua lini, [3]. perang sipil akan pecah didalamnya (Pan Salafis vs PLFP, PLO, Fatah, {sisa Hamas}, dll), [4]. Warga sipil akan didorong dan dipaksa untuk mengungsi keluar Gaza (ke Mesir dan Negara-negara lain), yang atasnya, [5]. Israel dan Negara-negara sekutu akan memiliki legitimasi untuk menggelar sapuan terukur, guna membebaskan sepenuhnya Jalur Gaza dari ‘Pemukim Palestina’.

2Isis

Isis está Aset

Sin la formación y puesta en marcha de esta operación, Gaza y Cisjordania no pueden ser totalmente controlados por Israel, el mundo islámico no podrá diluluh lantakkan a fondo, y sin escalada países árabes no podrá ser dividido para ser controlado y cambiado por completo.

Cualquier recurso-persona, grupo, relación, instrumento, instalación o suministro, disposición de una organización de inteligencia que se utilizará en la función operativa o apoyo.

In intelligence, assets (at some level) do not even know they are being used.

Melukis ulang Peta Timur Tengah

ZZZXXX

“Poros Setan” (Axis of Evil) yang menyerang Israel via Perang Proxy

“Poros Setan” (Axis of Evil) yang menyerang Israel via Perang Proxy

Mengapa AS dan NATO “nyaris impotent terhadap Poros ini?.

Secara formal Iran menyangkal keterlibatan negaranya dalam dukungan terhadap kelompok-kelompok yang dibawah hokum Internasional dikatagorikan sebagai kelompok ‘Teroris’, namun, dalam realitasnya, bagaimanakah?.

Palestinian girl walks past a monument of a homemade M75 rocket in the middle of a square in Gaza City

Kilas balik: Rilis per 14 Maret 2014

Pada akhir Operasi Cast Lead pada Januari 2009 dan setelah tiga minggu Israel Defense Forces (IDF) menyerang seluruh area Jalur Gaza, kelompok yang bertanggung jawab atas eskalasi ini, yang menyeret Hamas dan Israel ke babak berdarah lain kekerasan, adalah kelompok yang sama yang menembakkan puluhan roket ke Israel selatan pada Maret 12: yakni kelompok Jihad Islam.

Sekitar dua minggu sebelum peluncuran Operasi Cast Lead pada 16 Desember 2008, IDF membunuh Jihad Nawahda, anggota senior sayap militer Jihad Islam, di desa Tepi Barat Al-Yamoun. Sebagai tanggapan, Brigade Al-Quds, sayap militer gerakan itu, mulai menembakkan rentetan berat roket ke Israel, menghancurkan gencatan senjata antara Hamas dan Israel.

Jihad Islam melakukannya lagi setelah IDF menyerang satu regu gerilyawan Jihad Islam, yang menewaskan tiga militan Palestina saat mereka menembakkan mortir tepat di sebelah pagar perbatasan, kelompok ini telah “berhasil” menyeret Hamas ke dalam sebuah petualangan yang tidak diinginkan. Jihad Islam menembakkan sekitar 60 roket ke Israel, yang menanggapi dengan menyerang puluhan target di Jalur Gaza. Eskalasi berlanjut pada pagi hari 13 Maret.

Sangat menarik bahwa Hamas tidak mampu mencegah militan Jihad Islam beroperasi di sepanjang perbatasan dengan Israel, meski telah ditempatkan brigade Izz ad-Din al-Qassam di untuk memastikan bahwa tidak ada roket yang ditembakkan dari Palestina ke Israel.

Tapi apa yang sebenarnya menghentikan Hamas, dari melucuti Brigade Al-Quds (Jihad Islam)?.

Tak lama setelah Hamas menguasai Jalur Gaza pada bulan Juli 2007 dan mengusir pimpinan Fatah, Al-Qassam melancarkan operasi militer yang luas untuk melucuti organisasi lain yang beroperasi di sana. The Dormush klan, dipukuli dan organisasi kecil lainnya juga, termasuk kelompok-kelompok Salafi radikal, diburu sampai mereka menyerahkan senjata mereka kepada Hamas dan berjanji untuk menerima tidak hanya otoritas organisasi Hamas, tetapi juga prinsip berkonsentrasi semua senjata di tangan Hamas.

Hanya dua kelompok yang tidak dapat ditaklukan oleh Hamas, yakni: Komite Perlawanan Rakyat (Sayap kiri PLFP) dan Jihad Islam.

Keduanya terus mendapatkan bantuan dari Iran, baik keuangan dan militer. Dari kedua kelompok ini, anak kesayangan Iran adalah Jihad Islam. Pemimpin gerakan, Ramadan Abdullah Mohammad Shallah, adalah tamu di Republik Islam, dan militan dari Brigade Al-Quds secara teratur menerima saran, pelatihan dan senjata dari Korps Pengawal Revolusi Iran.

Di masa lalu, para aktivis di Brigade al-Qassam dan pemimpin cabang politik gerakan Hamas juga mendapat bantuan dari Iran. Uang Iran mengalir ke Gaza guna menjaga gerakan Hamas tetap hidup. Kisah cinta antara Hamas dan Iran dimulai pada intifada kedua, setelah rezim Iran terkejut dengan kapasitas militer gerakan dan yang menjadi kelompok yang paling menonjol kemudian meluncurkan serangan terhadap Israel. Setelah kemampuan operasional Hamas didirikan dan Iran melihat bahwa Hamas benar-benar menjadi ancaman bagi Israel, hubungan Iran dengan Hamas mendekat, dan Teheran memutuskan untuk memelihara hubungan tersebut. Dengan kata lain, Iran memutuskan bahwa akan mengirim bantuan keuangan dan pengiriman senjata ke Hamas secara teratur.

Hari ini Hamas adalah gerakan politik yang menguasai Jalur Gaza, berkat bantuan Iran yang cukup besar. Dengan bantuan itu, itu mampu mengalahkan Fatah dan mengambil alih semua pusat-pusat kekuasaan dan otoritas.

Tapi bantuan murah hati dan dukungan yang kuat itu, yang menyediakan pemimpin Hamas dengan rasa yang cukup (dan kadang-kadang berlebihan) keamanan, tiba-tiba menurun ketika Hamas memutuskan untuk berpihak pada pemberontak dalam perang sipil Suriah. Memburuknya hubungan antara Iran dan Hamas terjadi sangat cepat, dan asmara berakhir dengan perseteruan pahit.

Saat ini, para pemimpin Hamas sedang melihat Jihad Islam dan datang ke kesimpulan bahwa Brigade Al-Quds mampu melakukan apa yang Hamas lakukan untuk Fatah tujuh tahun sebelumnya.

Hamas menyadari hal ini, namun tak mampu melucuti senjata Jihad Islam.

Hal ini membuat para pemimpin Hamas terjebak antara batu dan tempat keras. Di satu sisi mereka memiliki Israel, yang mengancam mereka dengan serangan militer skala besar jika serangan roket tidak berhenti. Di sisi lain adalah Iran, yang tidak akan berdiri diam jika Hamas menyerang anggota Jihad Islam.

Para pemimpin gerakan Hamas terpojok untuk mengevaluasi pilihan dan memilih antara Israel atau Iran. Hamas cenderung memilih Iran.

Hanya dalam waktu singkat, Hamas kehilangan nyaris semua pendukungnya, termasuk Iran dan Suriah, dan menjadi musuh rezim Mesir yang baru (akibat ikut campurnya Hamas di politik dalam negeri Mesir, Ikhwanul Muslimin), termasuk menjauhnya Negara-negara Arab akibat kedekatannya dengan kelompok Ikhwanul Muslimin. Itu sebabnya Hamas lebih suka tidak memperburuk keretakan dengan Iran.

Di sisi lain, menyerang Jihad Islam bisa mengakhiri hubungan antara Hamas dan Iran. Kepala biro politik Hamas Khaled Meshaal Baik maupun Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyeh memiliki kepentingan yang sama tentang hal ini.

Tapi ternyata, Israel juga terjebak antara batu dan tempat keras, antara Hamas dan Jihad Islam.

Sebuah serangan militer di Gaza sepanjang garis Operasi Cast Lead atau Operasi Pilar Pertahanan tidak hanya akan gagal untuk memberanikan Hamas untuk mengambil kendali atas Jihad Islam, tetapi sebenarnya akan lebih memperkuat Jihad Islam.

Jadi apa yang bisa dilakukan?, Israel menyerang puluhan target, sebagian besar dari mereka milik Jihad Islam, dan hanya satu milik Hamas.

Ini adalah sinyal untuk Hamas untuk mendorong untuk melakukan sesuatu, tetapi pada saat yang sama, kepala pihak keamanan Israel menyadari sepenuhnya bahwa tidak banyak yang Hamas bisa lakukan untuk menghadang Israel dan menekan Jihad Islam.

http://www.al-monitor.com/pulse/originals/2014/03/israel-hamas-gaza-iran-islamic-jihad-rival-rockets.html

Mengapa Amerika Serikat dan NATO tidak mampu menjamah Iran, sebagai penyokong Jihad Islam, melalui kekuatan militer?.

Per-rilis 8 August 2013, Rusia dan Iran telah memperluas hubungan politik dan militer mereka secara signifikan. Serangan yang dipimpin oleh AS dan sekutunya di Timur Tengah, telah menggoyahkan seluruh wilayah dan mengancam untuk menyebar ke Rusia dan Iran, yang mendorong kedua negara ke dalam aliansi yang kuat.

Kedua negara telah memperluas kerjasama mereka dalam hal-hal militer, menteri pertahanan Rusia Dmitri Rogozin pada bulan Januari bahkan mengatakan; “Jika sesuatu terjadi pada Iran, jika Iran ditarik ke segala macam kesulitan politik atau militer, itu akan dianggap sebagai serangan langsung terhadap keamanan nasional Rusia.”

Oleh karena itu Arashev mengimbau untuk “aliansi strategis” antara Iran dan Rusia: “Penghancuran negara-negara Arab di sekitar Iran dan di pinggiran yang jauh dari Rusia dan China (oleh proxy war AS), akan memiliki dampak langsung terhadap keamanan nasional negara kita. Untuk kata lain, untuk mencegah pertempuran di jalan-jalan Iran dan kemudian di jalan-jalan Rusia, kita berdiri di sisi sekutu kami, Suriah.”

http://www.wsws.org/en/articles/2013/08/08/russ-a08.html
http://www.presstv.ir/detail/2013/09/17/324454/russiairan-alliance-a-must/

Kekinian: Kelompok Jihad Islam Palestina mengucapkan terima kasih pada Iran dan Hizbullah;

13 Jul 2014, Iran terlibat dalam mempersenjatai kelompok-kelompok Palestina seperti (sebelumnya pada) Hamas dan (kini) Jihad Islam Palestina.

Dalam video ini, juru bicara Jihad Islam Palestina menyatakan terima kasih pada Iran dan Hizbullah atas dukungan mereka.


http://www.islamicinvitationturkey.com/2014/07/11/video-gaza-resistance-sending-their-thanks-to-islamic-republic-of-iran/

Pict: A Palestinian girl walks past a monument of a homemade M75 rocket in the middle of a square in Gaza City, March 10, 2014. (photo by REUTERS/Mohammed Salem)

Penggunaan term “Poros Setan” adalah dalam penekanan sudut pandang Blok Barat atas poros ini.

amiri20130917114154510

Apa itu Pan Salafis

Pan SalafisPan Salafist atau Pan Salafisme adalah gerakan pendirian kekhilafahan sepihak dan pragmatis yang dimulakan oleh pemikiran garis keras ultra fundamentalis klasik, yang diperjuangkan dengan jalan penyebaran ideology dan perlawanan bersenjata pada semua pihak yang menghalangi tujuan dan cita-cita dari gerakan mereka, untuk meniadakan keragaman dalam Islam dan penghapusan negara-negara yang berlandas pada Nasionalisme, Sosialisme, Demokrasi, dan lain sebagainya.

Gerakan ini juga dalam implementasinya berusaha menyingkirkan golongan-golongan Islam lain yang tidak sepaham dan yang tidak sepakat dengan jalan yang mereka tempuh, baik dengan penaklukan wilayah, pengambil-alihan kewenangan, pemenjaraan hingga penculikan dan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh dari pihak yang dianggap sebagai lawan dan yang dinilai menghalangi pergerakannya.

Contoh terkini dari realitas gerakan ini adalah kelompok Islamic State Iraq ash Syam (ISIS/ISIL) yang mendeklerasikan kekhilafahannya di Irak (Islamic State/IS), dengan panggilan pada seluruh umat Islam untuk bergabung dengan mereka dan berbaiat pada Abu bkr al Bahdadi, Khalifah yang mereka usung.

Agenda awal dari kelompok ini adalah pendirian ‘Kekilafahan Era Baru’, dengan menjadikan Suriah dan Irak sebagai basis dan berusaha melebarkan pengaruh untuk menancapkan kekuasaan si Suriah Raya, yang mencakup Irak, Suriah, Lebanon, Yordania, Palestina dan pelebarannya.

Pergerakan dan deklarasi yang diumumkan oleh kelompok ini banyak mendapatkan penentangan.

Penentangan terhadap klaim sepihak dari kelompok tersebut datang dari otoritas Sunni Al-Azhar, Nahdatul Ulama Indonesia, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, hingga penentangan yang datang dari struktur faksi-faksi bersenjata baik dari kalangan Sunni maupun Syiah.

Penentangan faksi-faksi dari Dunia Islam terhadap gerakan Pan Salafis ini sering berujung pada konflik bersenjata, diantaranya adalah, Pertempuran antara gerakan Pan Salafis ini (ISIS) melawan;

Syrian Revolutionary Front (SRF) , Islamic Front (IF) secara umum, Ahrar ash Syam, Liwa at Tawhid, gerakan perlawanan Hizbullah, Jabhat al Akard, hingga pertempuran antara gerakan ini melawan sayap bersenjata al-Qaeda Suriah, Jabhat al Nusra.

Pola yang digunakan oleh kelompok ini beragam, namun yang paling efektif adalah dengan (mencetuskan, turut, mendorong) dan membajak sebuah konflik, untuk kemudian mengalihkannya dari sebuah Revolusi menjadi perang Sectarian (dengan dukungan jaringan propaganda), yang pada kemudiannya menyerang semua pihak yang bertikai guna menundukkan semua pihak yang bertikai itu kebawah kekuasaan mereka (pembajakan konflik).

Selain dari pada itu, juga menjadi catatan umum adalah pola yang mereka gunakan secara luas, yakni dengan menyerang tokoh-tokoh (Ulama) yang berbeda pemikiran dari mereka, dengan menyebarkan issue dan penuduhan-penuduhan pada setiap pihak yang menentang mereka, dengan menyatakannya sebagai Pluralis, Sekularis, Komunis, Liberalis, Sosialis, hingga pengkafiran (takfirism).

ISIS-ISIL-Iraq-Syria-620x350-300x169

Source, much and comparation

Awas!, bahaya laten CIA

Latar belakang – Kilas sejarah hubungan Indonesia dengan Blok Timur dan paradoksal tahun 2014

CIA23

Dari Rusia

Nama ”Indonesia” sudah dikenal di Uni Soviet lama sebelum Indonesia merdeka. Dalam buku Prof Guber yang ditulis pada 1933, (dimana saat itu) Indonesia masih bernama Hindia Belanda, namun dalam buku itu, telah tercantum nama ”Indonesia”.

Kami menyebut negara ini (Hindia Belanda) sesuai dengan sebutan yang digunakan oleh pejuang Indonesia.

http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=7006&coid=4&caid=33&gid=2

Dari Indonesia

Soekarno mengatakan berulang kali, ide nasionalismenya berpadu dengan internasionalisme. Hal itu antara lain dibuktikan dengan jelas oleh sikap Soekarno terhadap Uni Soviet.

Orang Rusia sampai saat ini mengingat dengan rasa terima kasih bagaimana pada tahun 1941, Soekarno yang pada waktu itu sedang dalam pengasingan di Bengkulu, dalam artikelnya di koran Pemandangan menyatakan keyakinannya terhadap kemenangan Tentara Merah (Soviet) melawan pasukan Hitler.

Soekarno menulis, “Tentara Merah tidak hanya membela kemerdekaan negaranya sendiri, tetapi juga akan mendukung pembebasan seluruh umat manusia dari ancaman fasisme”.

http://wallof-history.blogspot.com/2013/01/presiden-soekarno-dan-uni-soviet_3.html

Pengakuan Rusia (Soviet) atas kemerdekaan Indonesia

pada 24 Desember 1949, Uni Soviet menerima pesan resmi mengenai kesepakatan hubungan antara Belanda dan Indonesia. Setelah itu, Menteri Luar Negeri Uni Soviet Andrei Vyshinsky mengirimkan telegram kepada Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Dr Mohammad Hatta.

Telegram ini berbunyi: ”Atas nama pemerintah Uni Soviet, saya dengan hormat menginformasikan kepada Anda, sejak pengakuan kedaulatan Republik Indonesia pada 27 Desember 1949 di Den Haag, Belanda, pemerintah Uni Soviet memutuskan mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia dan akan membangun hubungan diplomatik dengan Indonesia.”

Dari situlah hubungan Rusia-Indonesia dimulai.

http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=7006&coid=4&caid=33&gid=2

bk2

Presiden RI pertama

Sukarno (6 Jun 1901 – 21 Jun 1970) adalah Presiden Indonesia yang pertama (dari 1945 ke 1967). Beliau memainkan peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dari jajahan Belanda.

Sukarno juga dikenali sebagai Ahmed Sukarno atau Soekarno atau juga Bung Karno.

http://ms.wikipedia.org/wiki/Soekarno

konspirasi Soeharto-cia3

Dalam masa pemerintahan Bung karno, hubungan Indonesia dengan Blok Timur (Soviet) kian erat. Namun, pada tahun 1965-1967 beliau digulingkan, dan, Letnan Jendral Soeharto yang lebih Pro ke Barat menggantikan kekuasaan sebagai Presiden pada kemudiannya.

Orde Baru

Pada masa Orde Baru, dibawah kepemimpinan Mantan Presiden Soeharti inilah Indonesia menggelar invasi ke Timor-Timur, yang dikenal dengan Operasi Seroja, yang dimulai pada tanggal 7 Desember 1975.

Pihak Indonesia menyerbu Timor Timur karena adanya desakan Amerika Serikat dan Australia yang menginginkan agar Fretilin yang berpaham komunisme tidak berkuasa di Timor Timur.

http://id.wikipedia.org/wiki/Operasi_Seroja

Suharto_resigns3

Lengsernya Orde Baru dan mulainya era reformasi

Pada pergeseran momentum dan perubahan geo-ekonomi, politik dan militer global, Timor Leste pada tanggal 20 Mei 2002 melepaskan diri dari Indonesia dan menjadi negara Merdeka.

Mereka memutuskan untuk menggunakan nama Portugis “Timor Leste” sebagai nama resmi negara mereka. (Republik Demokratik Timor Leste – juga disebut Timor Lorosa’e).

http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Leste

East-Timor-Map2

Timor Leste (map)

Kekinian: Timor Leste kembali ke Posisi awal

Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Timor Leste Xanana Gusmao menyatakan pihaknya (Timor Leste) terbuka bagi kehadiran armada Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (Blok Timur) di wilayahnya.

”Saya ditanya hal yang sama saat berada di Australia. Kami terbuka dan sebagai negara kecil tentu menyambut baik pihak-pihak yang bersahabat,” kata Xanana di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (10/2/2014).

Xanana sebelumnya ditanya soal kesiapan Timor Leste membuka pangkalan bagi armada China atau fasilitas logistik dan perbaikan kapal bagi armada China yang sedang membangun kekuatan lintas benua.

http://internasional.kompas.com/read/2014/02/11/0739588/Timor.Leste.Terbuka.bagi.Armada.China

289183_267933383217453_100000023811851_1119477_5307298_o2

Menteri Pertahanan serta Perdana Menteri Timor Leste Leste Xanana Gusmao (kanan) saat berjalan bersama dengan Menteri Pertahanan dan Keamanan Repulik Indonesia Purnomo Yusgiantoro.

Perkembangan posisi Indonesia

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat ditanya mengenai izin bagi armada China melintasi perairan Indonesia menuju ke timur (Timor Leste) menjelaskan, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang dapat dilintasi armada mana saja, termasuk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

Selama ini, Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) dan AL Australia (Royal Australian Navy) juga biasa melintas secara damai di perairan Indonesia. US Navy juga memiliki fasilitas perbekalan dan perbaikan di Singapura untuk elemen Armada Ketujuh yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik.

0337087Kapal-Induk-China-Liaoning780x390

Seorang tentara China sedang memantau situasi dari atas geladak kapal induk Liaoning dalam sebuah latihan pada Nomber lalu di Laut China Selatan.

Lebih jauh

Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro bertemu dengan Menteri Pertahanan serta Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao di Jakarta, Senin, membahas kemungkinan latihan militer bersama antara kedua negara (11/2/2014).

“Indonesia dan Timor Leste akan melakukan pelatihan bersama untuk tentara. Kami juga akan melaksanakan kerja sama antara angkatan laut dan angkatan udara di masa depan,” kata Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro menambahkan bahwa Indonesia dan Timor Leste akan bekerja sama dalam industri pertahanan.

Sementara itu Menteri Pertahanan serta Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao mengatakan bahwa Indonesia dan Timor Leste adalah tetangga yang berbagi perbatasan darat dan masalah umum lainnya.

Oleh karena itu kerjasama pertahanan yang kuat adalah isu penting yang harus di fokuskan oleh kedua negara.

“Kami akan mengirim orang untuk belajar dari Indonesia,” tutup Xanana.

http://www.antaranews.com/berita/418354/menhan-indonesia-timor-leste-bicarakan-latihan-militer-gabungan

Jika tahun 2014 ini, sehubungan dengan akan berlangsungnya Pemilu, dalam kaitannya dengan kondisi kawasan yang kian memanas (terutama Konflik yang pecah antara China dengan negara-negara sekutu AS di Asia berkenaan dengan sengketa Laut China Selatan), juga dengan kian eratnya kerjasama Indonesia dengan Rusia dan China diberbagai bidang, akankah CIA kembali menggelar operasi guna menyingkirkan tokoh-tokoh Indonesia yang dinilai mulai berseberangan dengan kepentingan mereka, yang pada sisi lain juga untuk mendudukkan sebanyak mungkin bonekanya di Indonesia – guna mengontrol alur kebijakan Bangsa sebagaimana dimasa lalu? – atau, akankah Indonesia kembali menjadi kacung AS dan Australia dengan berbalik arah pada menginvasi Timor Leste untuk kedua kali?- semoga saja tidak.